Posts from the ‘Uncategorized’ Category

KASET-KASETKU SAYANG

“Apa to itu Mas Ben ?” tanya Jeng Arum ketika dilihatnya Mas Ben mengeluarkan sebungkusan platik dari dalam kulkas.

“Eh ini, kaset Jeng.” Jawab Mas Ben dengan tetap tangannya menepuk-nepuk bungkusan membuang embun es yang menempel di plastik.

Mas Ben beranjak dan menuju kamar, tak lama kemudian terdengarlah nada lagu lama kesukaan Mas Ben diiringi teriakan girang Mas Ben, “horrreeeee bissssaaaaa”

Jeng Arum yang tengah asyik memimbing belajar Gus Atya, tergopoh-gopoh menuju kamar menemukan Mas Ben sedang girang gemirang di depan mini compo cap “PNS” kesayangannya.

“Ada apa to Mas, koq sampe teriak bikin kaget begitu ?” Tanya Jeng Arum dengan bingungnya.

“Ini lho Jeng, kaset-kaset koleksi lawas ini kan kemarin saya coba nyetel ternyata sudah nglokor karena lama tidak disetel. Kan sayang, barang kenangan yang sudah sangat sulit didapatkan lagi. Kemarin saya ingat dulu pernah baca di majalah, tips untuk mengembalikan kualitas kaset yang nglokor  itu dengan cara dikulkaskan semalam. Ternyata tips itu benar adanya, lagu-lagu kesayangan saya bisa bunyi bagus lagi.” Mas Ben bercerita dengan gembiranya.

“Oalah Mas, saya kira kenapa. Ternyata cuma gara-gara kaset to.” Kata Jeng Arum berbalik meninggalkan Mas Ben, kembali menyelesaikan tugas pengajarannya untuk putera mereka.

“Lho Jeng, lha namanya koleksi je, kelangenan yang sudah langka di pasaran. Kalau pun bisa didapatkan di tukang jual barang-barang lama, pasti kualitas fisiknya sudah tidak sebagus punya saya yang penuh perawatan kasih sayang to Jeng.” Seru Mas Ben sembari manggut-manggut mengikuti irama lagunya The Williams Brother Can’t cry hard enough itu.

“Ya sudah, yang penting jangan sampai kulkasnya rusak.” balas Jeng Arum dari ruang tengah.

“Tenang saja Jeng, kalau kulkasnya rusak nanti dibelikan baru lagi. Yang penting kaset saya awet dan bias disetel lagi hehehe.”

Mas Ben larut dalam keasyikannya bernostalgia memutar lagu-lagu kenangannya. Tak terasa hampir dua kaset telah diputarnya.

Penasaran dengan suaminya yang anteng lama tidak terdengar suaranya, Jeng Arum melongok ke dalam kamar sambil membisikkan, “Mudah-mudahan mini componya juga rusak kecapean ya Mas, biar dibelikan baru lagi yang lebih mutakhir.” Goda Jeng Arum yang disambut dengan nyonyoan bibir Mas Ben.

Demikianlah kisah Mas Ben yang menemukan kembali kebahagiaannya bersama kaset-kaset koleksi lamanya.


Salam

Ben Sadhana

Iklan

DAYA PIKAT MEDIA SOSIAL

“Mas Ben, Mas Ben … kulonuwun.”

Mas Ben yang tengah berbagi ceria dengan Gus Atya dan Jeng Arum, bangkit menuju pintu depan. Disibaknya kecil kerai yang menghiasi jendela dan diintipnya pemilik suara. Tampak Lik Promo dan Bu Guru Retno di seberang pagar rumahnya.

“E eh Lik Promo dan Bu Guru Retno, silakan masuk … monggo.” Songsong Mas Ben.

“Maaf Mas Ben, kami datang mau mengganggu.” basa-basi Lik Promo disertai senyum manis Bu Guru Retno.

“Ah, sampeyan itu koq ya. Wong saya juga sedang santai-santai bermain sama anak lanang.” Jawab Mas Ben.

Tamunya Mas Ben, mendudukkan diri mereka di kursi Mas Ben yang sederhana namun klasik dan cekli itu.

“Begini Mas Ben, langsung saja ya. Ndak apa-apa to ?” Lik Promo memulai pembicaraannya.

“Santai saja Lik, kita kan sudah seperti saudara to.” Jawab Mas Ben seraya membantu menurunkan jamuan dari nampan di tangan Jeng Arum.

“Monggo silakan lho Lik dan Bu Guru.” ujar Jeng Arum sembari mengambil tempat di sisi Mas Ben dengan Gus Atya yang mnggelayut manja di pangkuannya.

Lik Promo beringsut menggapai cangkir dan mereguknya pelan.

“Begini Mas Ben. Ceritanya adikmu Retno ini kan sedang belajar mempromosikan sanggar batik kami lewat internet blog. Katanya untuk memperkenalkan dan menarik peminat akan hasil kreasi kami.” Lanjut Lik Promo.

“Wah bagus itu Lik, sekarang kan jamannya sudah mudah. Jadi kita tidak perlu lagi menunggu peminat dengan berdiam diri. Kita bisa aktif menentukan sasaran pasar kita.” Potong Mas Ben.

“Iya Mas Ben, karena itulah saya berinisiatif membuat blog sederhana. Niatnya sih sebagai sarana untuk promosi batiknya Bapak.” Kata Bu Guru Retno  sembari melirik ayahnya.

“Cuma saya masih bingung bagaimana agar informasi dalam blog saya ini bisa sampai kepada orang banyak, dan banyak dikunjungi. Saya tahu Mas Ben pinter membuat blog, dan punya banyak kiat untuk mempromosikan blog kita.”

“Hallah, Bu Guru ini senengnya kalau memuji koq sampai melambung gitu to. Mas Ben jadi kege-eran tuh, hidungnya kembang kempis.” Goda Jeng Arum.

“Iya. Lha wong saya juga cuma iseng-iseng saja koq ngeblog itu. Yach daripada nganggur dan ndomblong ngalamun. Lagi pula lumayan bisa dapat ilmu gratis dari para blogger lainnya melalui ide-ide mereka yang dituangkan dalam tulisan di blog nya masing-masing.” kata Mas Ben sambil menepuk paha isterinya.

Sebenarnya banyak cara untuk mensosialisasikan blog / web kita. Cara paling mudah dan sederhana ya, kita rajin bersilaturahmi maya ke blog – blog lain, meninggalkan komentar simpatik. Dari situ sangat mungkin kita akan mendapat kunjungan balik. Setelah itu kita tinggal memupuk hubungan baik dengan menampilkan link mereka di blog kita, sebagai informasi kepada pengunjung kita lainnya. Banyak berpartisipasi hadir di dalam kegiatan-kegiatan berkenaan dengan blog, buka interaksi dan bertukar kartu nama.”

“Tapi hati-hati lho Bu Guru, jangan sampai ketagihan pergaulan maya. Nanti seperti Mas Ben, kalau sudah mainan internet suka lupa kalau ada isteri dan anaknya di dekatnya.” Goda Jeng Arum yang cukup menjadikan Mas Ben mlongo.

“Oh ya, moso sih Mas Ben ?” giliran Lik Promo menggoda Mas Ben.

“Ah ya ndak begitu-begitu banget Lik. Ndak usah diambil serius kata Jeng Arum. Kita lanjutkan saja lagi ya.”

Jeng Arum mencubit pinggang Mas Ben.

“Bu Guru juga bisa menghiasi blognya dengan widget-widget SEO tools untuk menarik perhatian pengunjung.”

“SEO itu apa to Mas Ben ?” Nyaris berbarengan tanya Lik Promo dan Bu Guru Retno.

“SEO itu Search Engine Optimization. Yaitu sebuah kelengkapan atau alat untuk mengukur dan membantu menaikkan popularitas blog atau web kita. Lik dan Bu Guru, bisa lihat di blog saya. Di situ ada beberapa yang bisa dipasang juga di blog batik Lik Promo. Page rank checker, page rank button, sitemeter, iwebtool, link popularity dan masih banyak lagi yang bisa diunduh secara gratis di google. Selain itu ada baiknya juga bila blog kita didaftarkan ke mesin-mesin pencari, seperti Yahoo, MSN, Google, Alexa, Technorati, Mybloglog, Networkedblog.”

Jangan lupa juga bahwa blog itu mencerminkan brand kita, jadi jangan bosan-bosannya bertukar informasi dengan para narablog lainnya untuk memberikan tampilan semenarik mungkin pada blog kita. Oh ya, ini juga sangat penting. Rajinlah mempromosikan blog atau produk kita melalui web sosialita seperti facebook misalnya.

Sama saran saya, jangan segan-segan Bu Guru dan Lik Promo membuat sayembara atau lomba blog misalnya tentang upaya pelestarian dan membudayakan batik, dengan hadiah produk batik Lik Promo untuk karya tulis terpilih.”

Lik Promo dan Bu Guru Retno terlihat manggut-manggut.

“Bagaimana Lik Promo dan Bu Guru Retno ?” tanya Mas Ben mengagetkan kedua tamunya itu.

“Wah cukup banyak juga ya ternyata ilmu blog itu, Mas Ben.” gumam Bu Guru Retno.

“Ya, ilmu itu apa pun asal baik dan dimaksudkan untuk kebaikan tidak ada habisnya. Saya saja saking semangatnya belajar internet sampai menyebabkan isteri saya ini cemburu jee.” Mas Ben terkekeh, diamini kedua tamunya.

“Lha Mas Ben jadi ndak ingat waktu kalau sudah asyik dengan internet.” bela Jeng Arum tersipu sambil mencubit keras paha suaminya.

“Oh ya Lik, kopinya koq dianggurkan. Ayo to, monggo diunjuk.” Kata Mas Ben yang ditindaklanjuti dengan seruputan kopi yang sudah tinggal hangat, oleh Lik Promo.

“Oh ya, ngomong-ngomong sudah mau masuk waktu Maghrib. Baiklah Mas Ben dan Jeng Arum, kami mohon pamit dulu. Kami sangat berterimakasih atas ilmunya. Mudah-mudahan menjadikan baik buat sanggar batik kami.” Kata Lik Promo sambil bangkit berpamitan.

“Amin. Oh ya Bu Guru Retno, saya jadi ingat. Ada satu lagi sarana promosi online yang sekarang juga sangat digemari, yaitu promosi melalui Instagram dan group – group WhatsApp, Line dan sejenisnya.” Pungkas Mas Ben sembari menjabat tangan mereka.

Mas Ben mengiringi kedua tamunya hingga pintu pagar, dan melambaikan tangannya.


[dari catatan tanggal 15 Februari 2010]

 

Salam

Ben Sadhana

We Could Be In Love

Something you should know about WE COULD BE IN LOVE (Duet with Brad Kane) Lyrics

Title: Lea Salonga – WE COULD BE IN LOVE (Duet with Brad Kane) lyrics

Artist: Lea Salonga Lyrics

Visitors: 11418 visitors have hited WE COULD BE IN LOVE (Duet with Brad Kane) Lyrics since June 03, 2010.
// <![CDATA[// <![CDATA[
tf_sid = "PMMBs0001";
tf_artist = "Lea Salonga";
tf_song = "WE COULD BE IN LOVE (Duet with Brad Kane)";
tf_songtitle = tf_song;
document.write('’);
// ]]>// <![CDATA[// // <![CDATA[//

// <![CDATA[// <![CDATA[
document.write('

(G. Burtnick/S. Peiken)

Lea:
Be still my heart
Lately its mind is on it’s own
It would go far and wide
Just to be near you

Brad:
Even the stars
Shine a bit bright I’ve noticed
When you’re close to me

Lea:
Still it remains a mystery

Chorus (Both):
Anyone who seen us
Knows what’s going on between us
It doesn’t take a genius
To read between the lines Brad: ohh
And it’s not just wishful thinking
Or only me who’s dreaming
I know what these are symptoms of
We could be in love

Lea:
I ask myself why
I sleep like a baby through the night
Maybe it helps to know
you’ll be there tomorrow

Brad: Lea:
Don’t open my eyes Ohhh
I’ll wake from the spell I’m under
Makes me wonder how Tell me how
I could live without you now

Both:
And what about the laughter
The happy ever after
Like voices of sweet angels
Calling out our names
And it’s not just wishful thinking
Or only me who’s dreaming
I know what these are symptoms of
We could be in love

Brad:
All my life
I have dreamed of this
But I could not see your face

Lea:
Don’t ask why two such distant stars
Can fall right into place

(Repeat Chorus)

Both:
Oh, it doesn’t take a genius
To know what these are symptoms of
We could be Lea: ohh
We could be, we could be in love

Brad:
Could be in

Both:
We could be in love

The Sounds Of Music

%d blogger menyukai ini: