Pandu – Pandu Kemerdekaan

Dear,

Perjalanan 2017 telah sampai pada bulan kedelapan. Ya, bulan Agustus. Dan kini kita sudah di penghujung pekan kesatu, menyongsong pekan – pekan berikutnya. Di bulan Agustus setidaknya tercatat 2 tanggal penting, entah bila sudah bertambah, karena saat ini banyak sekali hari – hari baru yang muncul berkat deklarasi – deklarasi. Tanggal 14 Agustus yang diperingati sebagai hari pramuka, dan 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan republik Indonesia.

Tanggal 14 Agustus kita peringati sebagai Hari Pramuka. Pramuka atau gerakan kepanduan, yang berawal di Inggris berkat jasa Sir Lord Robert Baden Powell of Gilwell sebagai pendirinya. Berawal tahun 1908 hingga tahun 1920 saat dilaksanakan Jambore Dunia pertama kalinya di Olympia Hall, London. Di Indonesia sendiri, dimulai dengan lahirnya gerakan kepanduan pada tanggal  9 maret 1961 melalui ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960. Pada tanggal 20 Mei 1961 gerakan kepanduan dinyatakan bubar oleh Presiden Sukarno melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, menggantikannya dengan organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal berlambang tunas kelapa bernama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indonesia. Secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Pada saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 Gerakan Pramuka tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka melalui terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.

Sementara tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Tahun ini HUT ke-72. Dalam perjalanannya, dengan dikumandangkannya Proklamasi oleh Dwitunggal Soekarno dan Hatta, kemerdekaan tidaklah serta merta menjadikan bangsa ini tenang dan rakyatnya hidup dalam ketentraman yang medamaikan. Kedatangan pasukan Inggris yang sedianya untuk melucuti tentara Jepang yang ada di Indonesia, nyatanya diboncengi oleh Belanda dengan kepentingan untuk menguasai kembali Republik Indonesia. Berbagai upaya perundingan yang berakhir sebagai basa – basi, kerana akhirnya dilanggar sendiri oleh pihak Belanda dengan dua agresi militernya di Indonesia. Pembantaian rakyat meluas bukan hanya di Jawa, di Makasar sejarah mencatat kekejian Westerling. Bukan hanya dari pihak asing, dari dalam negeri pun tak kurang sengitnya pemberontakan dilancarkan oleh tokoh – tokoh Indonesia sendiri. Mr. Amir Sjarifoeddin salah satu pemimpin terawal RI sebagai Perdana Menteri kedua yang juga sebagai negosiator perwakilan Indonesia pada perundingan Renville, pada akhirnya harus berhadapan dengan eksekutor karena diketahui menjadi tokoh di balik pemberontakan tahun 1948 di Madiun. Beruntung kita memiliki nama-nama besar yang berperan besar dalam upaya mengantarkan dan mempertahankan kedaulatan bangsa pada saat menjelang dan tahun – tahun awal setelah masa kemerdekaan. Tercatat nama Panglima Besar Soedirman, AH Nasution, Supardjo Rustam, Oerip Sumoharjo yang sangat dekat dan mendukung perjuangan gerilya yang dipimpin oleh Panglima Besar Soedirman.

Bagaimana dengan tahun 2017 ? Kita selayaknya bersyukur, bangsa kita telah berhasil mempertahankan kemerdekaannya sejauh ini. Bertubi – tubi ujian silih berganti berupaya merongrong kedaulatan bangsa kita, namun berkat kekuatan Pemimpin kita selaku Panglima Tertinggi Militer didukung dengan kekuatan militer dan polri, negara selalu berhasil bisa menggugurkan upaya yang berpotensi mengusik dan memecah persatuan kita sebagai masyarakat dalam berbangsa. Benar, tidak dipungkiri ada pihak – pihak yang merasa masih belum merdeka, dan berupaya keras menanamkan benih – benih faham – faham yang mengarah kepada permusuhan di antara anak – anak bangsa. Namun selama kita berdiri tegap merapatkan betis kita, percayalah bahwa kedaulatan itu akan terus kita miliki. Karena kita sudah benar – benar merdeka, kemerdekaan yang diakui dunia. NKRI dengan keragamannya namun tetaplah satu.

Dirgahayu Indonesia. Jayalah di darat, laut dan udara.

 


Salam

Ben Sadhana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s