Semarak Mozaik Semesta

Salam untuk Anda sekalian,

Wahai saudaraku,

Lihatlah piano. Ebony dan ivory, hitam putih berdampingan menghadirkan denting merdu nada-nada indah

Lihatlah grafiti di tembok kusam usang. Indah berkat berpadunya aneka warna

Lihatlah pelangi. Begitu indahnya oleh ragam warna yang membentuk pagar cakrawala

Lihatlah laut luas. Begitu indah airnya berwarna-warni berkat pantulan warna-warni ekosistem di dasarnya

Wahai saudaraku

Masih adakah pemberontakan di hatimu untuk membantah semua keindahan itu ?

Bayangkanlah seandainya tuts piano diciptakan dengan satu warna saja dengan tuts hitam rata dengan yang putih ?

Bayangkanlah sesandainya tembok-tembok kusam usang dipinggir kota, tidak berhiaskan karya usil grafiti ?

Bayangkanlah seandainya saja pelangi itu hanya selengkung besar dengan satu warna saja ?

Bayangkanlah seandainya air laut itu diam tanpa hiasan riak dan ombak dan kemilau warnanya yang bening berpadu indah ?

Wahai saudaraku,

Percayakah engkau akan menjadi nyaman hatimu ketika kepadamu diperdengarkan alunan musik yang hanya berasal dari satu media dan bunyinya monoton ? Bandingkanlah suasana batinmu ketika setelahnya engkau diperdengarkan sebuah orkestrasi, perpaduan dari berpuluh alat musik yang berbeda.

Pernahkah engkau bayangkan suara yang tercipta dari biola dan gitar yang hanya memiliki satu dawai saja ?

Wahai saudaraku

Begitu banyak sudah bukti keindahan yang terciptakan oleh perbedaan.

Lalu mengapakah engkau masih mengingkarinya ?

Mengapakah engkau mengijinkan dirimu menghakimi satu dengan yang lain karena berbeda ?

Mengapakah engkau begitu mudah tersulut amarahmu bila dia atau mereka tidak sama denganmu ?

Mengapakah engkau begitu tega menyakti, melukai bahkan merampas hidup saudaramu yang lain … pun hanya karena kau merasa mereka tidak sama denganmu ?

Engkau meminta dia dan mereka untuk menjadi sama dan serupa denganmu. Sementara engkau tidak pernah mengijinkan dirimu untuk memahami mengapa mereka berbeda denganmu.

Wahai saudaraku

Aku percaya engkau pun telah tahu bahwa Tuhan menciptakan semua ciptaannya beragam untuk membaikkan alam semesta ciptanNya.

Dan engkau tahu bahwa kita diciptakan bersuku-suku, berbangsa-bangsa, berbahasa-bahasa dan berras-ras karena Tuhan berkehendak memberikan warna pada alam semesta.

Tuhan walau MahaKuasa tidak berkenan menciptakan alam semesta hanya dalam satu warna, satu bahasa dan satu budaya saja.

Maha Besar Tuhan atas segala CiptaanNya yang beragam.

Wahai saudaraku,

Marilah kita menjadi warna kita masing-masing. Berpadu indah dengan warna lain dari saudara dan kawan kita lainnya.

Biarlah warna kita melebur indah dengan warna lainnya menampilkan mozaik semesta yang agung tanpa harus kita kehilangan warna indah kita masing-masing.

Salam gemilang

Benedikt Agung Widyatmoko

Iklan

10 Comments

  1. @Usup : Terimakasih Mas πŸ™‚ Selamat datang di Bentoelisan ya.

    @Yohan : Makasih infonya Mas πŸ™‚

    @Cucu : Wah iya saya gak kebagian, cuma kebagian mercandiser dari lomba teriak blogdetik di lokasi PB 2010 πŸ™‚

    @Wahyu : Iya Mas, saya kemarin dateng ke PB 2010. Datang juga ya ? πŸ™‚

    Salam gemilang
    BAW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s