Salam untuk Anda,

Di televisi ada seseorang yang memperoleh undian menginap gratis di sebuah hotel berbintang dengan segala fasilitas dan kenikmatannya. Anda bisa lihat ekspresi kebahagiaannya, dengan bersujud syukur, melonjak-lonjak, berteriak-teriak girang. Di kesempatan lain, Anda melihat seorang bintang begitu bahagia dan terharunya menggenggam trofi penghargaan atas prestasinya. Dalam seremoninya, dia mengucap syukur dan menyampaikan rasa terimakasih kepada banyak pihak.

Atau paling sederhana, Anda sangat berbahagia menerima promosi jabatan di tempat Anda bekerja, berikut penambahan fasilitas semakin menggenapi kebahagiaan Anda. Juga bisa ditebak betapa bahagianya Anda ketika di pagi hari Anda baru bangun tidur, disambut dengan ucapan selamat ulang tahun dari pasangan jiwa dan putra-putri Anda.

Kebahagiaan hadir karena ada upaya dan kepantasan. Seorang pekerja seni berhak atas trofinya karena prestasi baik yang tentu saja karena pengupayaan keras dari dia untuk mencapainya. Demikian pun seseorang yang memperoleh hadiah undian, karena ada upaya dari dia untuk meraihnya. Sama halnya dengan promosi jabatan dan bonus serta segala fasilitas yang Anda peroleh, juga karena ada upaya dan kepantasan bagi Anda untuk menerimanya.

Namun bila semua peristiwa indah itu sudah teratur dan sebagai sesuatu yang harus. Semua hal dan materi itu sudah tersedia instan mengikuti perjalanan hidup Anda atau seseorang, pastilah tidak ada yang istimewa dan bisa jadi justeru menyiksa.

Kebahagiaan hadir karena peran hubungan sosial yang memicu hasrat untuk mencapai aktualisasi diri yaitu penghargaan.

Semua penghargaan akan menjadi tidak berarti apabila tidak ada peran dari orang lain, juga tidak ada orang yang menjadi saksi kebahagiaan kita. Kita tidak dapat mendedikasikan semua prestasi dan pencapaian, akan menjadi hambar tentunya.

Kodrat manusia adalah makhluk sosial. Itu berarti tidak ada seorang pun yang akan mencapai kebahagiaan tanpa peran orang lain. Tidak ada seorang pun mampu hidup mandiri tanpa orang lain. Tidak ada seorang pun yang mampu menciptakan penghargaan untuk dirinya sendiri. Tidak ada seorang pun yang bisa membagi bahagia bila dia tidak menemukan orang lain yang rendah hati.

Eksistensi kehidupan tercipta karena adanya penghargaan yang kualitatif. Seorang suami akan meningkat nilainya di pandangan masyarakat ketika dia mampu menghadirkan sorang isteri dan anak yang menghormatinya. Demikian pun sebaliknya, penghargaan seorang suami kepada isterinya, akan meningkatkan nilai insterinya di masyarakat. Seorang karyawan yang mendedikasikan dirinya penuh kepada perusahaan, akan meningkatkan nilai perusahaan berupa laba yang terus terjaga. Demikian sebaliknya perusahaan akan menysisihkan nilai keuntungannya kepada karyawannya yang berdedikasi dan loyal. Dalam lingkup luas, masyarakat akan meninggikan derajat seseorang berkat kepantasan yang dibangunnya dalam bermasyarakat.

Hukum relativitas berkata, ada aksi ada reaksi. Bukan hanya di dalam ilmu fisika saja hukum itu berlaku, namun juga di dalam sistem sosial.

Sebuah tindakan β€œbaik” yang sinambung akan menimbulkan simpati dan bukan mustahil menjelma menjadi sebuah penghargaan. Penghargaan tidak bisa diraih dengan instan. Semua melalui proses kesetiaan dan kesabaran. Ada kalanya bisa cepat diraih karena kualitas besar yang mendukungnya. Namun dalam pergaulan sosial, tidak ada kebaikan standar. Kebaikan bukan sesuatu yang bisa distandarisasi. Kebaikan akan terus berkembang seiring kebangkitan dan perkembangan rasa.

Mas Ben pernah menuliskan dalam status facebooknya : seandainya dia bisa mengulang waktu, dia ingin kembali ke masa lalunya untuk meraih kembali kesempatan yang pernah dilewatkannya. Namun dia sadar, bahwa kesempatan itu bukan hanya milik masa lalu. Kesempatan bisa diciptakan kapan saja, di mana saja, dengan siapa saja dan untuk siapa saja. Karena buah kesempatan itu bukan kuantitas, melainkan kualitas. Jadi bila masa lalunya belum membuahkan penghargaan baginya di masa kini. Dia masih punya kesempatan beraksi sekarang untuk menciptakan reaksi lingkungan sosialnya memberikan penghargaan baik baginya.

Bila Anda sudah menemukan CINTA dan yakin itu jalan hidup dan pilihan terbaik, poleslah dengan KOMITMEN yang setia. Klemlah CINTA & KOMITMEN menjadi sekeping koin hidup Anda yang tidak saling terpisah kedua sisinya. Maka Cinta Anda akan terus betumbuh subur dan memberikan buah-buah pencapaian dalam setiap langkah Anda meniti kehidupan.

Indah bukan ?

Salam gemilang

Benedikt Agung Widyatmoko

Iklan