BECIK KETITHIK ALA KETARA [AKU UNTUK NEGERIKU]

Salam hangat

kingSudah beberapa waktu ini Denmas Dtelu – [dlongap dlongop n’dableg] terlihat resah dan gelisah, pendiam dalam keluarga dan nganeh-anehi. Denmas yang biasanya cuma peduli sama isteri dan putra kecintaannya, tiba-tiba jadi suka berkeliling kampung bahkan sekecamatan. Dia yang bisanya pendiam menjaga trapsila, jadi rajin ngomongin isu-isu miring penguasa negeri … bahkan sikap andhap asornya turut sedikit terkikis.

Perubahan perilaku Denmas Detelu yang agak owah ini tentu saja tidak luput dan menghadirkan pertanyaan pada diri Nyai Detelu [dewasa telaten lugu tur ayu].

[Nyai Detelu] : “Sedang menggalih apa to Kangmas ? Saya perhatikan akhir-akhir ini panjenengan koq sajak berubah, sering gelisah.” Tanya Nyai Detelu di suatu pagi sembari menyuguhkan teh hangat kesukaan Denmas Detelu.

[Denmas Detelu] : “Iya Nyai, Kangmas cukup prihatin dengan keadaan dan kondisi negeri kita saat ini. Kangmas koq jadi gemes melihat ketidakpastian ini.” Timpal Denmas Detelu dengan tatapan kosong, sembari menyeruput teh hangat buatan Nyai Detelu.

[Nyai Detelu] : “Mbok ya sudah to Kangmas, semua itu kan sudah ada yang menggalih dan mengatur yaitu Kanjeng Ndoro Presiden. Panjenengan percayakan saja kepada beliau tentang negeri kita ini, ndak perlu gelisah seperti sekarang. Nanti bisa sakit, kan Kangmas sendiri yang rugi to ?”

Malam harinya

[Nyai Detelu] : “Sudah malam Kangmas, belum sare ?”

[Denmas Detelu] : “Belum ngantuk”

“Nyai, saya koq punya kepinginan buat nyalon jadi presiden. Menurut Nyai bagaimana ?”

[Nyai Detelu] : “Oalah Kangmas, jadi itu ya yang selama ini mengganggu penggalih Kangmas, hingga seperti orang yang sedang wuyung ?” – Nyai Detelu kaget dan terkekeh kecil

“Kangmas ini lho, kok ada-ada saja. Jadi presiden itu tidak mudah lho Kangmas. Presiden itu wajib memiliki kesabaran tingkat tinggi, memiliki rasa kepedulian tinggi, mampu bersikap adil dan ngayomi, jujur, lagi pula negeri kita ini kan luas sekali dan terpisah-pisah oleh lautan, dan sangat majemuk.”

[Denmas Detelu] : “Nyai ini bukannya ndukung suami, kok malah melemahkan to.”

[Nyai Detelu] : “Lho, saya ndak ada maksud itu Kangmas, saya percaya sama Kangmas. Cuma aneh saja. Lha wong Kangmas itu mau ditunjuk jadi ketua RT saja sengaja piknik – ngabur pas hari pemilihan, biar gak kepilih, katanya males warganya pada ndak kompak dan tidak kooperatif begitu.” – Nyai Detelu tidak kuasa menyembunyikan rasa geli-nya

[Denmas Detelu] : “Lho tapi Kangmas kan cukup dikenal dan berpendidikan cukup. Dan warga di kecamatan kita banyak yang kenal sama Kangmas, koq. Kangmas juga jujur dan luwes dalam bermasyarakat. Dan soal kepercayaan dan penerimaan, Kangmas cukup didengar pendapatnya” – Denmas Detelu masih tetep ngeyel

[Nyai Detelu] : “Kangmas, bukan maksud saya menyepelekan hak Kangmas sebagai warga negeri untuk menggunakan hak dipilih. Saya percaya bahkan sangat percaya Kangmas itu jujur, pekerja keras, baik dan penyayang, juga sabar. Karena itulah saya bersedia menjadi garwanya Kangmas.”

“Saya juga percaya Kangmas memiliki kecintaan dan kepedulian tinggi untuk perbaikan.”

“Lagipula, saya juga seneng banget koq Kangmas, sekiranya Gusti Alloh mengijinkan saya menjadi the first lady kapanpun Beliau berkenan.” – Nyai Detelu manja menggoda

[Denmas Detelu] : “Terimakasih Nyai.” [mencium dahi Nyai Detelu]
“Cuma Kangmas sedang bingung, tabungan kita kan belum seberapa. Kangmas sedang bingung bagaimana caranya mendapatkan kekurangannya untuk modal kampanye Kangmas nantinya.”

[Nyai Detelu] : “Kangmas, niatan baik itu tidak perlu dikampanyekan ataupun digul-gulkan. Dan pula tabungan kita itu lebih dari cukup koq saat ini.”

“Gusti Alloh pasti senang pirsa Panjenengan memiliki gegayuhan mulia, dan pastinya Gusti pun sungguh berkenan apabila kita mempergunakan rezeki yang dititipkan kepada kita untuk kepedulian baik.” Untuk menjadi pemimpin yang bisa diterima dan dicintai tidak harus langsung kepada menlakukan tanggung jawab yang luas dan besar. Kita harus membuktikan terlebih dahulu kepantasan kita untuk disayangi melalui komunitas kecil kita di lingkungan tempat tinggal terlebih dahulu.”

“Kangmas bisa mulai dari lingkungan RT atau kelurahan kita, Kangmas membantu untuk perbaikan saluran atau got air, membantu pengadaan gerobak sampah, memperbaiki lapangan badminton, membantu biaya perbaikan pos kamling yang sudah rusak atapnya. Nanti jika tabungan kita sudah bertambah lagi, Kangmas bisa menyumbangkan buku-buku untuk perpustakaan di kelurahan, membantu membeli kursi balai RW untuk mengganti yang sudah pada bengkok kakinya, sehingga cukup representatif bila ada rapat dan pertemuan di balai RW.”

“Kangmas kan juga punya bakat seni kriya, Kangmas bisa bagikan pengetahuan itu kepada pemuda-pemudi di kampung kita, sehingga suatu saat kampung kita bisa menjadi kampung wisata. Orang-orang bisa berkunjung ke kampung kita dan membeli hasil kerajinan kampung kita … kan indah sekali to Kangmas.”

“Saya juga suka bikin kerajinan kristik, kan akan menjadi baik bila dibagikan ilmunya kepada ibu-ibu PKK dan remaja putri di kampung kita. Bisa dijual di koperasi RW atau kelurahan.”

[Denmas Detelu] : Manggut-manggut

[Nyai Detelu] : “Kangmas”

[Denmas Detelu] : “Ya, Nyai”

[Nyai Detelu] : “Maaf lho Kangmas, saya tidak ada maksud mengguri Kangmas.” – Nyai Detelu tersenyum manja, manis sekali

[Denmas Detelu] : “Tidak Nyai, Kangmas justeru sangat merasa beruntung dan bersyukur sekali diperbolehkan memiliki Nyai sebagai pendamping hidup.”

“Nyai begitu sabar dan telaten terhadap Kangmas”

[Nyai Detelu] : “Begitu pun saya, sungguh berbahagia dan merasa beruntung diberikan Kangmas sebagai pelindung bagi saya dan putra kita.” – sembari beringsut merebahkan kepalanya ke dada Denmas Detelu

“Saya tetap mendukung cita-cita Kangmas untuk menjadi Pemimnpin. Kita mulai dari lingkungan kita dulu, kebaikan tidak bisa diterjemahkan tanpa perbuatan nyata. Keikhlasan Kangmas membaikkan lingkungan kita, atas seijin Gusti Alloh akan dikenali suatu ketika. Kakang harus sabar dan tidak perlu menghitung-hitung kebaikan yang sudah Kangmas tanamkan di kampung dan lingkungan tempat tinggal kita.”

“Banyak contohnya, mereka yang tulus dan ikhlas dalam perjuangan kebaikan mereka, pada saatnya dipanggil ke istana negeri kita untuk mendapatkan penghargaan kalpataru atau upakarti. Sesuatu yang sama sekali jauh dari angan-angan mereka.”

“Contoh nyata adalah Denmas Clinton dan Denmas Obama yang banyak mendapatkan sokongan moril dan materiil yang tidak sedikit berkat keteladanan baik dan kebersahajaan mereka. Bahkan saking baik dan pinternya membangun kestabilan kebijakan ekonomi negerinya dan juga sikapnya yang simpatik, skandal Denmas Clinton dengan Denok Lewinsky tidak juga cukup mampu membalikkan kesetiaan rakyatnya untuk meng-impeach Denmas Clinton [tapi awas lho, Kangmas jangan ikut-ikutan bikin skandal].”

[Denmas Detelu] : “Benar sekali Nyai, Kangmas sadar sekarang. Kebaikan itu bukan untuk dilihat melainkan dirasakan.”

Becik ketithik ala ketara [Kebaikan akan dipilih, kejelekan sudah pasti akan terungkap] ,itulah hukum Tuhan yang tidak terbantahkan.

[Nyai Detelu] : “Lho Kangmas, sudah jam 3 pagi to rupanya, ayo Kangmas kita tidur. Wah bisa kesiangan masuk kerja nanti, Kangmas.”

[Denmas Detelu] : “Weh iya Nyai, ayo kita tidur … bisa ndak ada teh hangat untuk Kangmas nanti jika Nyai kesiangan bangunnya.”

Denmas dan Nyai Detelu menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua, rapat-rapat …. rapat sekali.

Salam gemilang

Benedict Agung Widyatmoko

Catatan :

  • Trapsila, berarti tindak laku kesopanan
  • Menggalih, dari kata dasar penggalih, berarti ada sesuatu yang sedang dipikirkan
  • Panjenengan, sebutan hormat untuk orang kedua [anda, kamu]
  • Sare, bahasa halus dalam bahasa jawa untuk tidur
  • Kristik, kerajinan membuat gambar dengan benang wool pada media kain kasa
  • Wuyung, berarti kasmaran
  • Kalpataru, berarti pohon kehidupan; yaitu penghargaan yang dianugerahkan kepada mereka yang memiliki kepedulian tinggi dalam penyelamatan dan pengelolaan lingkungan
  • Upakarti, adalah penghargaan bagi mereka yang memiliki kepedulian dalam kepeloporan serta mengembangkan suatu inovasi bermanfaat di daerah
Iklan

84 Comments

  1. betul mas, kebaikan itu bukan utk dilihat tp dirasakan.. 🙂
    tp, den mas Obama, denmas clinton? denmas..whakakaaak…

    Halo Mbak Rephi, apa kabar ? 🙂
    Ssstt jangan bilang-bilang ya, ndak enak saya sama beliau berdua hahaha

    Salam hangat
    Ben

  2. wah, mas Agung tambah OK aja neh tulisanya..
    Ringan sich, tapi artine iku lho…
    Kalau smua pasangan suami istri kaya denmas dan nyai detelu, kayaknya
    ga ada presidenpun Negeri kita udah OK bgt…

    salam,
    Anie

    Terimakasih yach Mbak Anie 🙂
    Wah lha kalo ndak ada Ndoro Presiden, terus yang kasih perintah ke para tentara dan polisi siapa dunk ? Kan untuk bergerak mereka harus menunggu petunjuk Ndoro Presiden hehehe

    Salam hangat
    Ben

  3. End-ing nya itu lho mas he..he. Dialog2nya bisa buat naskah sinetron tuh mas, punya bakat kayaknya.

    Halo Pak Ben, apa kabar ?
    Ending[nya] sengaja dibikin nggregetke biar banyak yang penasaran hehehe

    Salam hangat
    Ben

  4. “Kebaikan itu bukan untuk dilihat melainkan dirasakan.”

    Setuju banget,mas 😀

    Jadi inget nasehat si mbah,
    “kalau berbuat baik itu jangan sampai ketahuan tangan kiri, cukup kamu & Tuhan saja”

    “Lho mbah, berarti kalau aku berbuat baik tangan kiriku musti di sembunyikan gitu ya???”

    “lho… ya bukan gitu tho,wuk… kalau berbuat baik itu ngga perlu pamer ke banyak orang…”

    nice post,mas… maturnuwun a.k.a terima kasih 😀

    Iya, itulah sebabnya kan orang lebih memilih terharu untuk kesucian cinta, dibandingkan tepuk tangan karena mencintai atau dicintai hohooho
    Lagipula janjiannya kan selalu from the deepest of my heart gitu lho 🙂

    Salam hangat
    Ben

  5. *Plok plok plok* Wah luar biasa, bagus banget. Bisa jadi penulis skenario tuh.. Ntar aku mau deh jadi Nyai Detelu-nya hihi.. 😛

    Wah sudah dua orang nih yang bilang begitu, Pak Ben Sihotang dan Mbak Siwi.
    Tampaknya saya harus mulai mempertimbangkan untuk alih profesi nih hahaha

    Terimakasih Mbak Siwi

    Salam hangat
    Ben

  6. Apa yang kita ucapkan harus sesuai dengan yang kita lakukan, Sepanjang kita menjunjung integritas hidup akan merasa tenang, tidak ngoyo dan sabar, terutama menghadapai tantangan hidup yang semakin hari semakin menekan dan bervariasi, tetap pegang prinsip , walaupun diperlakukan tidak adil, di fitnah dan dibelejok karena becik ketitik olo ketoro.
    Tidak usah khawatir dengan hidup karena Sang Pencipta telah menyediakan semua yang kita perlukan.

    Regards, agnessekar.wordpress.com

    🙂
    Terimakasih Bu Agnes.
    Memang kita harus menyadari benar peran dan tugas kita di dalam keluarga, lingkungan dan masyarakat. Dengannya kita tetap dapat melakukan pelayanan dan membuat Tuhan berkenan dengan pelayanan yang kita lakukan. Sebab tidak semua pelayanan menjadikan Tuhan berkenan karena kita melupakan tugas pelayanan utama kita, yaitu bagi kebaikan keluarga dan lingkungan kita 🙂

    Salam hangat
    Ben

  7. Wowww so nice post..

    Setuju deh.. kerjakan aja yang didepan mata tidak perlu banyak berangan-angan… ora usah nggagas sing ora-ora ya?

    salam kenal…

    Halo Mbak Erna Lilis, apa kabar ?
    Terimakasih ya atensinya 🙂

    Salam hangat
    Ben

  8. waaaahh, awaaass yaaa klo denmas detelu sampe macem2 ky denmas clinton! hiihiihiii…

    Hehehe … semoga ndak ya, doaken saja deh … lha wong sekarang makin banyak yang imut-imut hahaha 🙂
    Terimakasih ya atensinya.

    Salam hangat
    Ben

  9. wach…pagi2 baca tulisan mas ben, jadi bikin semangat untuk berbuat kebaikan, meskipun tidak berharap becik ketitik lho….soale saya ingat pesan budhe Oprah Winfrey….lakukan yang terbaik dan kau akan dapatkan yang terbaik…rak nggih cocok to nggih?

    Purwati

    http://purwatiwidiastuti-wordpress.com
    http://purwati-ningyogya.blogspot.com
    http://purwatining.multiply.com

    Halo Mbak Purwati, apa kabar ?
    Njiihh setuju kulo hehehe
    Terimakasih atensinya, Mbak Pur 🙂

    Salam hangat
    Ben

  10. Tulisannya luwes dan mengena sekali

    Biji emas di tengah sekarung pasir tidak akan mengubah kadarnya, akan lebih cemerlang dan mengkilap daripada lainnya.

    Terimakasih Bung Nunu untuk apresiasinya 🙂
    Salam hangat

    Ben

  11. Semoga cerita ini nyampe kpda manusia2 di negeri ini yg ingin menjadi pemimpin,,,agar bisa menjadi pegangan dan pembelajaran…

    Amin … Terimakasih Adik 1mu3t, untuk atensi dan apresiasinya 🙂

    Salam hangat
    Ben

  12. halo mas ben….
    salam kenal ya. tulisannya bagus…ide menyampaikan pesan lewat cerita yang berupa percakapan bak teater kan tidak mudah, semoga dikemudian hari bakatnya bisa berkembang lebih pesat!

    salam juga buat denmas dan nyai ya!

    Salam kenal juga dari saya, Mbak Nadin
    Terimakasih atensi dan apresiasi yang disampaikan 🙂
    Amin …
    Salamnya sudah tersampaikan ke Nyai 🙂

    Salam hangat
    Ben

  13. salam perkenalan

    wah asyik banget blognya….
    cakep kaya yang punya
    hehehehe

    thanks

    Wah hampir saja saya salah nyebut … ternyata Mas-Mas to hehehe
    Terimakasih Mas Shalimow, dan salam kenal juga dari saya 🙂

    Salam hangat
    Ben

  14. Ping balik: Jawara Bugiakso Blog Competition 2009 - Bugiakso Blog Competition 2009

  15. Selamat mas Ben, berhasil menggondol jawara BBC-09…. hm… lumayan ya… bisa buat nyalon kanjeng sinuhun presiden nih… hehehe…

    Terimakasih Mas Nurhadi
    Ya semoga dengan bakal hadiah yang akan saya terimaa, saya menjadi bijak mengirit pulsa setelahnya hehehe

    Salam hangat
    Ben

  16. selama yah atas terpilihnya Blog (postingan) anda sebagai pemenang Kompetisi blog 2009….
    salam kenal and sukses selalu….
    aq dah pasang link kamu tuh….
    jangan lupa add link aq juga yah….

    Halo Bung Iwan, apa kabar ?
    Terimakasih ya untuk atensi dan apresiasi[nya]
    Salam kenal juga kepada Anda, terimakasih sudah menempatkan Rumah Sadhana di ruang persahabatan Anda 🙂

    Salam hangat
    Ben

  17. bener bgt.. kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan pasti baik pula hasilnya. ketulusan adalah penghargaan yang besar bagi orang2 yang ikhlas. btw, selamat ya.. udah menang lomba.. anda memang layak dapat bintang..
    terus berkreasi untuk kemajuan bangsa..
    dengan tulus pula tentunya.. hehe..

    salam damai Indonesia
    dz4ki.blogspot.com

    Halo Sahabat dz4ki, apa kabar ?
    Terimakasih banyak untuk atensi dan apresianya 🙂
    Terimakasih pula untuk support[nya]

    Salam hangat
    Ben

  18. Wah…rumah tangga yang bahagia…..it sounds so happy….jadi pengen punya kangmas nih…hehehe…weleh2..
    Selamat yaaa Denmas dan Nyai dah menjadi juara kompetisi blog 2009.
    Sukses selalu!!

    Halo Mbak Ida, apa kabar ?
    Iya deh, didukung banget biar cepet dapet Kangmas hehehe
    Terimakasih, Mbak Ida 🙂

    Salam hangat
    Ben

  19. selamat anda juara 2 lomba blog bugiakso. Salam Hangat dari warga Sulang. Sila kunjungi sulang.wordpress.com

    Terimakasih Sahabat Dui 🙂
    Salam hangat juga dari kami untuk Anda dan keluarga beserta semua warga Sulang 🙂

    Salam
    Ben

  20. Ping balik: Jawara Bugiakso Blog Competition 2009 « BaNi MusTajaB

  21. Selamat Mas …. dapat jawara ke 2 nih !!!

    rame banget Blog nya euy…. mantap suratap

    Terimakasih Bung Rahmat untuk atensi dan apresiasi[nya] 🙂

    Salam hangat paling mantap suratap
    Ben

  22. Selamat menjadi salah satu pemenang di BBC09. Terus berkarya dari hal-hal yang kecil untuk Indonesia

    Terimakasih Mbak Icha untuk atensi dan apresiasinya 🙂
    Sukses juga buat Anda

    Salam hangat
    Ben

  23. Ping balik: Hasil BBC2009 in Breaking News | bahtiarhs.net

  24. Selamat ya sudah menjadi salah satu jawara di Blog Competition 2009, tetap semangat dalam berkarya walaupun di dunia maya, semoga semua posting yang ada menjadi salah satu sumber inspirasi bagi putra putri negeri ini.
    Salam Kenal + Salam Damai …. *peace*

    Terimakasih Sahabat 🙂
    Salam kenal juga dan salam damai 🙂

    Ben

  25. Selamat atas terpilihnya blog Mas sbg salah juara… Emang tulisane enteng, tapi ….apik..good..good

    Lha iya, lha wong pengin nulis yang berat malah takut jee saya hehehe
    Terimakasih ya buat atensi dan apresiasinya 🙂

    Salam hangat
    Ben

  26. wa.. artikel dan tulisan2nya menarik, pantes aja jadi jawara di kompetisi blog, selamat ya 🙂

    Terimakasih ya Sahabat Als, untuk atensi dan apresiasi yang diberikan 🙂
    Isi Rumah Sadhana sekedar perwujudan ide-ide sederhana dari batin saya saja koq, seputar kisah-kisah hidup keseharian 🙂

    Salam kenal dan salam hangat
    Ben

  27. Selamat dan sukses buat Den Baguse Detelu yang telah berhasil ditetapkan sebagai salah satu Jawara pada BBC09. Semoga Rumah Sadhana semangkin ‘detelu’ (dewasa, tegas, lugas) dalam menyikapi ketimpangan2 kehidupan di sekitar kita. Salam kenal dan salam hormat saya.

    Hahaha, terimakasih untuk slogan-nya Ki, mirip slogan surat kabar – tapi asyik juga tuh bisa jadi tagline blog Rumah Sadhana 🙂 Dewasa, tegas dan lugas ya …

    Salam hangat
    Ben

  28. Ping balik: Merchandise BBC « be my self

  29. Congratulation!!!!!

    Save My Indonesia!!!!

    Together in one, Indonesia.
    What we have been done for Indonesia?

    🙂 Terimakasih Bung Hendriyana
    Benar sekali, Indonesia = one for all, all for one 🙂

    Salam hangat
    Ben

  30. Selamat sudah menjadi juara II dalam blog competition bugiakso. Postingannya bagus, hanya saya agak kesulitan menerjemahkan bahasa jawanya. Untung ada terjemahannya. Hehehe… Salam Sukses Selalu dari Pekanbaru-Riau

    Terimakasih Bung Taufikasmara, untuk atensi dan apresiasinya 🙂
    Saya juga sempat bingung waktu bikinnya, tentang keharusan menggunakan bahasa Indonesia seutuhnya atau tidak, karena karakter tokoh dalam cerita yang njawa 🙂 . Ya biar adil, akhirnya ada istilah-istilah yang pakai bahasa jawa ditambah keterangan 🙂

    Salam hangat
    Ben

  31. Kulonuwun. Pitutur e wong jowo ‘Becik ketitik olo ketoro’ memang apik tenan kui. Nglakoni kabecikan karo wong liyo mesti di eling-eling tekan mati tapi nek nglakoni tumindak olo mesti bakalan di tatu wong sing ora apik sak lawase. Sukes bro… Pareng…

    Njihh leres sanget punika, Sederek ingkang kagungan blog Jugangan 🙂
    Gesang kedah dipun agemi busana kabecikan 🙂

    Maturnuwun sampun paring diskusi.

    Salam hangat
    Ben

  32. Wah! Hebat! Luar biasa! mencoret nama 1000 orang di kompetisi bugiakso!! hebat!!

    Terimakasih ya greetingnya 🙂
    Maaf baru reply sekarang, baru sempat buka entrenet hehehe

    Salam kenal dan salam hangat dari saya
    Ben

  33. Numpang lewat fren.. Penasaran karena km pemenang blog.. Hehe

    Silakan … monggo …
    Udah nggak penasaran lagi kan sekarang ? Eit … harus selalu penasaran donk ah … kalau pada nggak penasaran lagi … kan sepi deh blog sayanya hohoho

    Terimakasih ya atensi dan apresiasinya 🙂

    Salam hangat
    Ben

  34. Suskes ya atas kemenangannya di kompetisi blog.. jadi tambah semangat neh makasih ya teman. salam kenal sukses selalu

    Terimakasih Bung Joe 🙂
    Pokoke harus tetep semangat terus, pantang mundur … viva forever bloggers hehehe

    Salam hangat
    Ben

  35. wah… saya sangat tersentuh setelah membaca tulisan masben
    andai saja semua pasangan suami istri sama kayak Denmas Detelu dan Nyai Detelu
    pasti dunia ini akan seindah surga…
    semoga saja masyarakat kita bisa seperti denmas detelu dan nyai detelu.
    trims atas ceritanya ya masben

  36. “Kangmas, niatan baik itu tidak perlu dikampanyekan ataupun digul-gulkan.

    sangat setuju dgn kata2 ini. melihat akhir ini banyk kampanye dgn kata2 manis berisi niatan niatan baik, kata2 itu sangat pantas untuk diingat oleh mereka yg berkampanye..

    selamat pak sudah juara Bugiakso Blog Competition 2009..

    salam kenal..

    Terimakasih atensi dan apresiasinya Bung Robin 🙂
    Salam kenal juga dari saya

    Salam hangat
    Ben

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s