Apa Yang Engkau Cari Dalam Hidup

Salam untuk Anda semua,

Hidup ini pendek, hidup ini hanya sekali, namun kita dapat menjadikannya sebagai hidup yang bermakna, hidup yang berguna, hidup yang mempunyai tujuan !”

 [Eka Darmaputera – Buku Spiritualitas Siap Juang, 2003]

Apa yang engkau cari dalam hidup ini ?”

Kebebasan”.

Sederhana”.

Tidak sesederhana itu”.

Kalimat – kalimat di atas adalah percakapan epilog dari filem Once Upon A Time In Mexico, yang diperankan oleh Antonio Banderas dan Salma Hayek.

Kebebasan adalah hak segala bangsa, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD kita, bangsa Indonesia. Namun tidak banyak yang mampu mengejawantahkan kebebasan itu secara bijak. Kebebasan dipandang sebagai legalisasi untuk melakukan segala hal dengan babas. Melupakan bahwa ada tataaturan yang harus dijaga agar kebebasan tetap membebaskan bagi banyak jiwa lainnya, yang telah diatur oleh Hukum Langit.

Kebebasan itu tidak sederhana. Kebebasan harus didukung dengan kesadaran penuh, kebebasan harus didasarkan pada ketulusan; tulus dalam menerima dan menghayati kebebasan. Seseorang benar – benar bebas bila dia dengan kesukacitaannya menyadari dan menerima bahwa dalam setiap tarikan nafasnya dia pun merasakan kebahagiaan yang sama sedang dialami oleh kehidupan lainnya. Karena kebebasan yang dimilikinya, pribadi yang bebas tidak pernah terpikirkan alasan mengapa dia harus melakukan sesuatu yang baik dan membebaskan.

Bisakah engkau katakan alasanmu mengapa engkau melakukan ini ?”

Bila aku telah menemukan alasanku, akan kuberitahu engkau”.

Sekelumit percakapan menyentuh antara komandan dengan prajuritnya dalam filem The Tears of The Sun, yang dilakonkan dengan apik oleh Bruce Wilis dan Monica Belluci, Berlatar sebuah negara Afrika, yang mengisahkan pengejaran oleh kaum pemberontak terhadap serombongan penduduk sipil yang setia kepada presiden terguling. Sepasukan Amerika dikirim ke negara konflik, untuk menyelamatkan seorang warga negara Amerika wanita yang melakukan tugas pelayanan di negara itu. Dalam keterbatasan logistik dan egoisme, komandan pasukan AS menolak membawa dan mengevakuasi penduduk lainnya yang telah kelelahan berjalan menuju wilayah negara tetangga untuk mendapatkan perlindungan. Terjadi perang batin hebat pada diri komandan pasukan AS ketika helikopter yang membawanya bersama pasukan dan wanita yang diselamatkannya. Hingga akhirnya sang komandan memutuskan untuk kembali mendarat, menjemput rombongan warga sipil Afrika tersebut. Dia memutuskan untuk terlibat dalam peperangan yang bukan miliknya itu. Pada akhir kisah diceritakan dia berhasil dalam misi eksodus, meski beberapa anak buahnya gugur dan sebagian mengalami luka termasuk dirinya sendiri demi aksi penyelematan yang membebaskan itu.

Cerita di atas memang hanyalah kisah sebuah filem, namun bukankah kehidupan pun adalah sebuah cerita pendek tanpa sequel. Hidup kita menjadi bernilai bila kita memiliki tujuan baik dan dengan manis kita mengejawantahkan dalam setiap tindakan yang membaikkan dan membebaskan.

Cinta, Pengharapan dan Iman. Satukan hati, pikiran dan raga kita untuk menjadikan kehidupan ini bermakna, berguna dan bertujuan baik.

Salam gemilang,

Benedict Agung Widyatmoko

Iklan

One thought on “Apa Yang Engkau Cari Dalam Hidup

  1. artikelnya hangat sekali..tidak ada pilihan lain yang dicari dalam hidup kecuali memakmurkan umur sesuai aturan-NYA..sukses selalu pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s