Internet Dulu Sekarang dan Masa Yang Akan Datang
Salam untuk Anda semua,
Masih ingat ketika kita saling bertukar telegram indah dengan sahabat atau kerabat untuk sekedar menyampaikan pesan ? Masih ingat ketika kita berebut cepat membeli kartu pos untuk menebak sebuah undian atau kuiz televisi ? Masih ingat ketika kita mengantri di kantor pos untuk mengirimkan surat lamaran kerja ? Atau juga masih ingatkah kita ketika mengantri di wartel menunggu giliran masuk ke kotak bicara ?
Semua hal di atas; kartu pos, telegram, surat kilat atau paket, wesel dan wartel memang masih ada hingga saat ini, namun percaya nggak percaya kesemuanya itu sudah bisa dilakukan hanya dengan satu jari saja saat ini. Cukup dengan menekan tombol enter pada tuts komputer; greeting, pesan atau surat, transfer dana, mengirimkan jawaban kuiz televisi, mengirimkan surat lamaran kerja – kesemuanya itu sudah terlaksana dalam sekejab.
Kehadiran internet menjadikan komunikasi seolah tiada batas dan tidak berbatas. Kita bisa saling berkomunikasi layaknya berhadapan langsung, melalui program chatting dengan fasilitas webcam pada komputer kita. Bahkan seiring perkembangannya, tidak lagi terbatas hanya kepada orang-orang dekat saja kita bisa menembus ruang dan waktu memelihara komunikasi. Dengan makin dikenalnya situs yang menyediakan layanan blog, dan pertemanan sangat memungkinkan kita meluaskan jaringan komunikasi dengan teman-teman baru dari berbagai tempat di bumi ini.
Memori ingatan saya membimbing saya kembali pada masa-masa di mana saya pertama kalinya mengenal internet, yaitu pada medio tahun 2001 di mana berkat jasa baik perusahaan tempat saya bekerja waktu itu menginstalasi internet untuk memudahkan komunikasi data antar bagian dan fungsi jabatan.
Tak terelakkan lagi demam internet melanda kami saat itu, mulai dari rame-rame membuat akun email, browsing, hingga chatting. Kesimpulannya, kawan di bagian warehouse yang waktu itu dipercaya mengendalikan IT lebih banyak sibuk untuk memandu dan menindaklanjuti keluhan kami membuat akun email dan instal MIRC untuk chatting termasuk trouble yang menyertai email dan chatting. Mau tidak mau saya pun mengikhlaskan secara sukarela diri saya turut larut dalam euphoria internet di perusahaan bintang bersinar itu, dan terinfeksi wabah email.
Dibantu oleh sahabat baik saya dari bagian akunting, alhasil saya bisa mendapatkan akun awal email saya yaitu goenka@astaga.com, berbeda dengan kebanyakan kawan yang memilih yahoo atau hotmail [boleh nyebut brand kan ya ? siapa tahu kebagian rejeki jadi brand ambasador mereka
]. Saya pun akhirnya ketagihan membuat akun email, dilanjutkan dengan keberhasilan saya sendiri membuat akun demetrius@satumail.com, masagung_w_atmaka@kompascyber.com, hingga akun-akun lainnya [harap dimaklumi, lagi demam gitu lho].
Perlahan-lahan keluguan saya terhapuskan setelah saya mengenal adanya fasilitas chatting di bolehmail.com dan lovemail.com. Saya bahkan untuk hal chatting ini boleh berbangga hati bisa membantu teman saya untuk tertular karenanya [yang lain kan cuma baru bisa pake MIRC waktu itu
]. Hingga sering harus terlibat “adu fisik” dengan kawan saya satu ruang untuk memperebutkan mouse [kasihan ya nasib di dalam keterbatasan fasilitas], demi keinginan chatting.
Satu hal yang boleh saya syukuri yaitu berkat kebaikan hati pimpinan perusahaan kami waktu itu adalah saya jadi mengetahui cara mudah dan irit dalam berkirim surat lamaran kerja [dasar pengkhianat ... hehehe]. Bukan koq, kebahagiaan saya terlebih adalah karena saya jadi punya beberapa sahabat karib yang hingga hari ini masih ada yang terbina hubungan baik di antara kami walau belum pernah saling bertemu langsung [terimakasih sahabatku di Surabaya
]; ada yang dari Jogja, Surabaya, Makassar. Ada cerita lucu yang masih teringat hingga saat ini yaitu saya berhasil membuat ex-pacar saya [sekarang jadi isteri saya] menjadi sedemikian cemburunya karena saya asyik berbalas sms dengan sahabat saya dari Makassar, di saat kami sedang berdua [dasar ... nakal deh] – Untungnya kisah kasih saya bersama ex-pacar saya berakhir indah
.
Ya ya ya, sebuah cerita indah … harus diakui terlalu manis untuk dilupakan, mengingat bagaimana pun saya bisa ada seperti sekarang ini juga berkat kebaikan hati boss-boss kami dengan program internetnya.
Namun satu hal perlu disadari bahwa kemudahan akses dan keragaman fasilitasnya, membuat internet menjadi pisau bermata dua, bilamana kearifan terabaikan. Banyak contoh kasus bagaimana keadaan damai menjadi sedikikit terganggu hanya karena berita tidak benar oleh beberapa orang tidak bertanggung jawab, surat berantai yang tidak jelas sumbernya hingga ada pula pribadi-pribadi yang mesti bersabar harus berurusan dengan pihak berwajib dikarenakan ungkapan rasa yang mereka tulis di internet.
Ya itulah iptek, sebuah realita yang harus ada dan terus akan berkembang mengiringi perjalanan alam semesta.
Internet dulu, sekarang dan masa yang akan datang … semoga selalu ada kearifan hingga dampaknya akan selalu indah sebagaimana keriangan kita, Anda dan saya saat pertama kali mengenalnya. Menjadikan indah dan damai untuk semua dulu, sekarang dan masa yang akan datang.
Salam gemilang
Benedict Agung Widyatmoko





















































Thanks
Writer By ~ http://www.mirc34.net
Internet semakin maju dan maju terus …
Kita juga harus mengangkat budaya Barat ini bukan untuk sok tampil modern, tapi lebih dalam bahwa ” kita sebenarnya berjalan ke arah yang salah”
Kita juga harus mengangkat budaya Barat ini bukan untuk sok tampil modern, tapi lebih dalam bahwa ” kita sebenarnya berjalan ke arah yang salah”. Semoga semua orang di Indonesia menyadari
Made Terima
http://www.weddingonbali.com