Jarum jam di dinding kamar sudah menunjukkan lewat pukul sebelas malam, namun kantuk tampaknya masih enggan menyapaku. Meskipun sedikit bosan dengan tayangan – tayangan yang ada, aku mencoba membuang bosan dengan menonton televisi. “Lumayan ada program talk show… sedikit menghibur menyaksikan orang – orang yang katanya pintar saling berdebat mempertahankan opininya masing – masing” batinku.
“Sudah Jam berapa sekarang, Mas ?” lirih isteriku yang baru terbangun dari tidur ayamnya, terdengar lembut di telingaku. Kualihkan pandangan dari layar televisi, kulihat wajah isteriku begitu sejuk dalam kantuknya.
“Baru jam 11.15, Dik.” Jawabku singkat.
“Sudah malam, belum tidur ? besok kan Mas harus berangkat pagi – pagi.” Isteriku kembali mengingatkan.
“Dik Ningrum tidurlah dulu, sebentar aku menyusul” imbuhku.
“Ya udah, aku tidur dulu Mas. Jangan lupa obat kumurnya”. Kata Isteriku lagi. Isteriku kadang tampak berlebihan dalam memberikan perhatian kepadaku, namun sikapnya itulah yang justeru membuatku senantiasa gemas kepadanya dan oleh karena itu pulalah aku sungguh merasa bahagia boleh memilikinya.
Aku beringsut mendekati isteriku, kurengkuh dia sambil kekecup keningnya. “Selamat tidur, Dik. Selamat mimpi indah.” Tak ada kata yang keluar dari bibirnya yang indah, hanya desah lembut dan anggukannya menutup hari.
Kupandangi wajah polos isteriku dalam tidurnya. Sungguh cantik. Tuhan sungguh baik telah memberikan setahun terakhir ini kepada kami. Kebersamaan yang senantiasa membuat kami takut untuk membayangkannya sebelumnya. Terimakasih Dik …
–oOo–
“Mas Bagus … Mas Bagus, buka pintunya dong.” Suara – suara nyaring dan melengking mengusikku dari kelelapan pagi itu.
“Hhhuh … , siapa sih pagi – pagi begini sudah teriak – teriak ?” Sungutku, sambil merapatkan guling berusaha meraih kembali kenyenyakanku yang terusik.
“Mas Bagus, udah siang, buka pintu dong !” Kembali teriakan – teriakan tak berirama itu terdengar riuh rendah. Kali ini benar – benar membuatku hilang kantuk.
Dengan malas kuraih pantalon, dan kukenakan sambil terhuyung mendekati pintu. “Lagian ini kan hari Minggu, kenapa sih ada saja yang usil ganggu pagi – pagi benar,” batinku.
[Bersambung]
Salam gemilang,
Benedict Agung Widyatmoko





















































Posted by accanoke on Juni 13, 2009 at 10:53 pm
Apa kabar???
sekedar informasi,,, mau ngenalin blog barunya accan. kunjungi yah..
Accan
Posted by Retie on Juni 14, 2009 at 1:26 pm
duhh mesranya!!!