Beranda > Catatan Harian > Tujuh Kejutan, Terkejutkah Anda ?

Tujuh Kejutan, Terkejutkah Anda ?

Salam untuk Anda semua,

here-comes-the-bus

Memilih dan pilihan, sebuah kenyataan yang akan selalu hadir sepanjang perjalanan usia kita. Memilih pilihan untuk menuju dan menjadi bukan hanya perkara ya atau tidak, sekarang atau nanti. Memilih harus dilandasi pemikiran taktis dan efisien untuk menghasilkan kebaikan yang melegakan. Sekali lagi pilihan atau memilih menghadirkan banyak wajah alternatif, namun semakin cepat Anda berpikir taktis dan memutuskan, termasuk kemungkinan mengubah keinginan pilihan Anda sebelumnya itu yang terpenting.

Kenapa ? Karena waktu tidak bisa dihentikan, dia akan terus berjalan dan tidak mau menunggu.

  • Pernahkah Anda terperangkap dalam sebuah penantian ?
  • Ketika Anda mulai sadar bahwa penantian itu sedikit-demi sedikit memudar, apakah perasaan Anda kemudian ?
  • Anda sadar bahwa waktu terus berjalan, dan Anda mulai diliputi kejenuhan yang membuat Anda kesal karenanya ?
  • Saatnya Anda berkeputusan, akan terus menunggu dengan bala amarah yang menghadang siap mengundang Anda untuk masuk ke dalamnya ? Ataukah Anda mulai berpikir lain untuk menyelesaikan penantian “menjemukan” itu ?

Saya percaya Anda sedang menebak-nebak dan mulai tidak sabar menunggu saatnya saya mengungkap maksud pertanyaan-pertanyaan di atas :)

Begini,

Saya hanya ingin menyamakan persepsi di antara kita, tentang batas penantian yang harus kita putuskan untuk bebas dari kesia-siaan.

Dalam penantian itu biasanya bernuansakan ketekunan, setuju ya ? Dan dalam penantian itu selalu berasaskan harapan baik, setuju juga ya ? Dalam penantian ada harapan pemenuhan, benar ? Nah masalahnya : efek penantian itu hanya ada dua kepastian yaitu lega atau kecewa.

Saya ada sebuah simulasi sederhana tentang penantian, untuk kita :

Anda baru saja menyelesaikan sebuah perjalanan dan Anda bermaksud kembali ke rumah Anda. Anda tahu dan sadar banyak angkutan alternatif yang akan menghantarkan Anda tiba ke tujuan [rumah] Anda – dengan berganti sekali dua armada angkutan umum, namun Anda memutuskan untuk menunggu angkutan yang akan menghantarkan Anda dalam sekali tempuh.

Waktu terus bergulir, dan angkutan yang Anda maksudkan tiada kunjung hadir di hadapan Anda. Dan Anda terus saja menunggu dengan mengijinkan angkutan alternatif yang seharusnya bisa menghantarkan Anda untuk lewat dan meninggalkan Anda dalam keramaian sekitar yang mulai susut karena bergulirnya sang bulan.

Hingga akhirnya, angkutan alternatif itu pun mulai bosan menghampiri Anda menawarkan jasa baiknya.

Anda mulai merasa kesal, dan menyalahkan keadaan. Dan aroma keramahan mulai memudar dari wajah Anda. Di sekitar Anda tersisa beberapa orang yang memiliki tingkat keteguhan seperti Anda, dan Anda sebenarnya sudah berkesimpulan sejak awal bahwa mereka satu tujuan dengan Anda. Wajah – wajah muram mereka pun sudah senada dan hampir serupa dengan Anda.

Anda dan mereka saling pandang untuk kemudian beralih pandangan ke kejauhan masih berharap ada angkutan yang lewat.

Akhirnya :

Waktu menunjukkan menjelang tengah malam; hanya ada satu kemungkinan pilihan saja tersisa, yaitu Anda harus menggunakan jasa taxi untuk menghantar Anda pulang. Permasalahan baru adalah jarak tempuh menuju rumah Anda sangat jauh dan memerlukan dana cukup banyak bila menggunakan jasa taxi. Di dompet Anda tidak tersedia cukup dana tunai, sementara ATM bank Anda sudah tutup jam 22.00 dan sungguh konyol jika Anda memkasakan menggunakan debit dana untuk jasa taxi.

Dalam keadaan terdesak itu, pilihan apakah yang akan Anda tempuh ?

Anda memutuskan untuk mendekati teman-teman sepenantian Anda [yang dengan raut curiga karena Anda dekati], dan Anda bertanya arah tujuan mereka.

Kejutan pertama

adalah benar sebagaimana perkiraan Anda di awal, bahwa mereka bertujuan sama dengan Anda.

Anda kemudian menawarkan kesediaan mereka untuk mau berbagi biaya taxi dengan Anda. Itu berarti Anda menawarkan naik taxi bersama dengan biaya patungan.

Kejutan kedua

Ternyata mereka bersedia.

Kejutan ketiga

Mereka pun berperkiraan sama bahwa Anda pun bertujuan sama dengan mereka.

Kejutan keempat

Perjalanan Anda menjadi penuh cerita di dalam taxi, karena Anda memiliki teman baru, dan menjadi akrab. Terpenting Anda melupakan segala geram penantian Anda :)

Kejutan kelima

Anda menjadi menyesal kenapa Anda tidak memilih untuk menggunakan angkutan alternatif sejak awal saja, karena Anda pun pada awalnya hanya gambling antara yakin dan tidak yakin apakah angkutan yang Anda tunggu itu masih akan lewat.

Kejutan keenam

Anda tiba di rumah dan menyadari bahwa waktu sudah memasuki hari baru. Anda sadar seharusnya bisa tiba di rumah lebih awal dan sudah terbuai mimpi, seandainya saja Anda memilih percaya pada intuisi Anda bahwa mereka satu tujuan dengan Anda, menghampiri mereka sehingga tidak terlambat membuat deal.

Kejutan ketujuh

Lho ini kan kisah pengalaman saya sendiri, semalam ? :) Hohohoho

Salam gemilang

Benedict Agung Widyatmoko

Categories: Catatan Harian
  1. April 22, 2009 pukul 12:55 pm | #1

    saya terkejut :D

  2. April 28, 2009 pukul 1:15 pm | #2

    Hidup ini penuh dengan kejutan-kejutan dan penuh juga dengan pilihan-pilihan….

    Benar dan sependapat dengan Mbak Lianny :)
    Terimakasih ya untuk atensi dan apresiasinya :)

    Salam hangat
    Ben

  1. Belum ada trackback.