Salam hangat
Sudah beberapa waktu ini Denmas Dtelu – [dlongap dlongop n’dableg] terlihat resah dan gelisah, pendiam dalam keluarga dan nganeh-anehi. Denmas yang biasanya cuma peduli sama isteri dan putra kecintaannya, tiba-tiba jadi suka berkeliling kampung bahkan sekecamatan. Dia yang bisanya pendiam menjaga trapsila, jadi rajin ngomongin isu-isu miring penguasa negeri … bahkan sikap andhap asornya turut sedikit terkikis.
Perubahan perilaku Denmas Detelu yang agak owah ini tentu saja tidak luput dan menghadirkan pertanyaan pada diri Nyai Detelu [dewasa telaten lugu tur ayu].
[Nyai Detelu] : “Sedang menggalih apa to Kangmas ? Saya perhatikan akhir-akhir ini panjenengan koq sajak berubah, sering gelisah.” Tanya Nyai Detelu di suatu pagi sembari menyuguhkan teh hangat kesukaan Denmas Detelu.
[Denmas Detelu] : “Iya Nyai, Kangmas cukup prihatin dengan keadaan dan kondisi negeri kita saat ini. Kangmas koq jadi gemes melihat ketidakpastian ini.” Timpal Denmas Detelu dengan tatapan kosong, sembari menyeruput teh hangat buatan Nyai Detelu.
[Nyai Detelu] : “Mbok ya sudah to Kangmas, semua itu kan sudah ada yang menggalih dan mengatur yaitu Kanjeng Ndoro Presiden. Panjenengan percayakan saja kepada beliau tentang negeri kita ini, ndak perlu gelisah seperti sekarang. Nanti bisa sakit, kan Kangmas sendiri yang rugi to ?”
—
Malam harinya
[Nyai Detelu] : “Sudah malam Kangmas, belum sare ?”
[Denmas Detelu] : “Belum ngantuk”
“Nyai, saya koq punya kepinginan buat nyalon jadi presiden. Menurut Nyai bagaimana ?”
[Nyai Detelu] : “Oalah Kangmas, jadi itu ya yang selama ini mengganggu penggalih Kangmas, hingga seperti orang yang sedang wuyung ?” – Nyai Detelu kaget dan terkekeh kecil
“Kangmas ini lho, kok ada-ada saja. Jadi presiden itu tidak mudah lho Kangmas. Presiden itu wajib memiliki kesabaran tingkat tinggi, memiliki rasa kepedulian tinggi, mampu bersikap adil dan ngayomi, jujur, lagi pula negeri kita ini kan luas sekali dan terpisah-pisah oleh lautan, dan sangat majemuk.”
[Denmas Detelu] : “Nyai ini bukannya ndukung suami, kok malah melemahkan to.”
[Nyai Detelu] : “Lho, saya ndak ada maksud itu Kangmas, saya percaya sama Kangmas. Cuma aneh saja. Lha wong Kangmas itu mau ditunjuk jadi ketua RT saja sengaja piknik – ngabur pas hari pemilihan, biar gak kepilih, katanya males warganya pada ndak kompak dan tidak kooperatif begitu.” – Nyai Detelu tidak kuasa menyembunyikan rasa geli-nya
[Denmas Detelu] : “Lho tapi Kangmas kan cukup dikenal dan berpendidikan cukup. Dan warga di kecamatan kita banyak yang kenal sama Kangmas, koq. Kangmas juga jujur dan luwes dalam bermasyarakat. Dan soal kepercayaan dan penerimaan, Kangmas cukup didengar pendapatnya” – Denmas Detelu masih tetep ngeyel
[Nyai Detelu] : “Kangmas, bukan maksud saya menyepelekan hak Kangmas sebagai warga negeri untuk menggunakan hak dipilih. Saya percaya bahkan sangat percaya Kangmas itu jujur, pekerja keras, baik dan penyayang, juga sabar. Karena itulah saya bersedia menjadi garwanya Kangmas.”
“Saya juga percaya Kangmas memiliki kecintaan dan kepedulian tinggi untuk perbaikan.”
“Lagipula, saya juga seneng banget koq Kangmas, sekiranya Gusti Alloh mengijinkan saya menjadi the first lady kapanpun Beliau berkenan.” – Nyai Detelu manja menggoda
[Denmas Detelu] : “Terimakasih Nyai.” [mencium dahi Nyai Detelu]
“Cuma Kangmas sedang bingung, tabungan kita kan belum seberapa. Kangmas sedang bingung bagaimana caranya mendapatkan kekurangannya untuk modal kampanye Kangmas nantinya.”
[Nyai Detelu] : “Kangmas, niatan baik itu tidak perlu dikampanyekan ataupun digul-gulkan. Dan pula tabungan kita itu lebih dari cukup koq saat ini.”
“Gusti Alloh pasti senang pirsa Panjenengan memiliki gegayuhan mulia, dan pastinya Gusti pun sungguh berkenan apabila kita mempergunakan rezeki yang dititipkan kepada kita untuk kepedulian baik.” Untuk menjadi pemimpin yang bisa diterima dan dicintai tidak harus langsung kepada menlakukan tanggung jawab yang luas dan besar. Kita harus membuktikan terlebih dahulu kepantasan kita untuk disayangi melalui komunitas kecil kita di lingkungan tempat tinggal terlebih dahulu.”
“Kangmas bisa mulai dari lingkungan RT atau kelurahan kita, Kangmas membantu untuk perbaikan saluran atau got air, membantu pengadaan gerobak sampah, memperbaiki lapangan badminton, membantu biaya perbaikan pos kamling yang sudah rusak atapnya. Nanti jika tabungan kita sudah bertambah lagi, Kangmas bisa menyumbangkan buku-buku untuk perpustakaan di kelurahan, membantu membeli kursi balai RW untuk mengganti yang sudah pada bengkok kakinya, sehingga cukup representatif bila ada rapat dan pertemuan di balai RW.”
“Kangmas kan juga punya bakat seni kriya, Kangmas bisa bagikan pengetahuan itu kepada pemuda-pemudi di kampung kita, sehingga suatu saat kampung kita bisa menjadi kampung wisata. Orang-orang bisa berkunjung ke kampung kita dan membeli hasil kerajinan kampung kita … kan indah sekali to Kangmas.”
“Saya juga suka bikin kerajinan kristik, kan akan menjadi baik bila dibagikan ilmunya kepada ibu-ibu PKK dan remaja putri di kampung kita. Bisa dijual di koperasi RW atau kelurahan.”
[Denmas Detelu] : Manggut-manggut
[Nyai Detelu] : “Kangmas”
[Denmas Detelu] : “Ya, Nyai”
[Nyai Detelu] : “Maaf lho Kangmas, saya tidak ada maksud mengguri Kangmas.” – Nyai Detelu tersenyum manja, manis sekali
[Denmas Detelu] : “Tidak Nyai, Kangmas justeru sangat merasa beruntung dan bersyukur sekali diperbolehkan memiliki Nyai sebagai pendamping hidup.”
“Nyai begitu sabar dan telaten terhadap Kangmas”
[Nyai Detelu] : “Begitu pun saya, sungguh berbahagia dan merasa beruntung diberikan Kangmas sebagai pelindung bagi saya dan putra kita.” – sembari beringsut merebahkan kepalanya ke dada Denmas Detelu
“Saya tetap mendukung cita-cita Kangmas untuk menjadi Pemimnpin. Kita mulai dari lingkungan kita dulu, kebaikan tidak bisa diterjemahkan tanpa perbuatan nyata. Keikhlasan Kangmas membaikkan lingkungan kita, atas seijin Gusti Alloh akan dikenali suatu ketika. Kakang harus sabar dan tidak perlu menghitung-hitung kebaikan yang sudah Kangmas tanamkan di kampung dan lingkungan tempat tinggal kita.”
“Banyak contohnya, mereka yang tulus dan ikhlas dalam perjuangan kebaikan mereka, pada saatnya dipanggil ke istana negeri kita untuk mendapatkan penghargaan kalpataru atau upakarti. Sesuatu yang sama sekali jauh dari angan-angan mereka.”
“Contoh nyata adalah Denmas Clinton dan Denmas Obama yang banyak mendapatkan sokongan moril dan materiil yang tidak sedikit berkat keteladanan baik dan kebersahajaan mereka. Bahkan saking baik dan pinternya membangun kestabilan kebijakan ekonomi negerinya dan juga sikapnya yang simpatik, skandal Denmas Clinton dengan Denok Lewinsky tidak juga cukup mampu membalikkan kesetiaan rakyatnya untuk meng-impeach Denmas Clinton [tapi awas lho, Kangmas jangan ikut-ikutan bikin skandal].”
[Denmas Detelu] : “Benar sekali Nyai, Kangmas sadar sekarang. Kebaikan itu bukan untuk dilihat melainkan dirasakan.”
Becik ketithik ala ketara [Kebaikan akan dipilih, kejelekan sudah pasti akan terungkap] ,itulah hukum Tuhan yang tidak terbantahkan.
[Nyai Detelu] : “Lho Kangmas, sudah jam 3 pagi to rupanya, ayo Kangmas kita tidur. Wah bisa kesiangan masuk kerja nanti, Kangmas.”
[Denmas Detelu] : “Weh iya Nyai, ayo kita tidur … bisa ndak ada teh hangat untuk Kangmas nanti jika Nyai kesiangan bangunnya.”
Denmas dan Nyai Detelu menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua, rapat-rapat …. rapat sekali.
Salam gemilang
Benedict Agung Widyatmoko
—
Catatan :
- Trapsila, berarti tindak laku kesopanan
- Menggalih, dari kata dasar penggalih, berarti ada sesuatu yang sedang dipikirkan
- Panjenengan, sebutan hormat untuk orang kedua [anda, kamu]
- Sare, bahasa halus dalam bahasa jawa untuk tidur
- Kristik, kerajinan membuat gambar dengan benang wool pada media kain kasa
- Wuyung, berarti kasmaran
- Kalpataru, berarti pohon kehidupan; yaitu penghargaan yang dianugerahkan kepada mereka yang memiliki kepedulian tinggi dalam penyelamatan dan pengelolaan lingkungan
- Upakarti, adalah penghargaan bagi mereka yang memiliki kepedulian dalam kepeloporan serta mengembangkan suatu inovasi bermanfaat di daerah
betul mas, kebaikan itu bukan utk dilihat tp dirasakan..
tp, den mas Obama, denmas clinton? denmas..whakakaaak…
wah, mas Agung tambah OK aja neh tulisanya..
Ringan sich, tapi artine iku lho…
Kalau smua pasangan suami istri kaya denmas dan nyai detelu, kayaknya
ga ada presidenpun Negeri kita udah OK bgt…
salam,
Anie
End-ing nya itu lho mas he..he. Dialog2nya bisa buat naskah sinetron tuh mas, punya bakat kayaknya.
“Kebaikan itu bukan untuk dilihat melainkan dirasakan.”
Setuju banget,mas
Jadi inget nasehat si mbah,
“kalau berbuat baik itu jangan sampai ketahuan tangan kiri, cukup kamu & Tuhan saja”
“Lho mbah, berarti kalau aku berbuat baik tangan kiriku musti di sembunyikan gitu ya???”
“lho… ya bukan gitu tho,wuk… kalau berbuat baik itu ngga perlu pamer ke banyak orang…”
nice post,mas… maturnuwun a.k.a terima kasih
*Plok plok plok* Wah luar biasa, bagus banget. Bisa jadi penulis skenario tuh.. Ntar aku mau deh jadi Nyai Detelu-nya hihi..
Apa yang kita ucapkan harus sesuai dengan yang kita lakukan, Sepanjang kita menjunjung integritas hidup akan merasa tenang, tidak ngoyo dan sabar, terutama menghadapai tantangan hidup yang semakin hari semakin menekan dan bervariasi, tetap pegang prinsip , walaupun diperlakukan tidak adil, di fitnah dan dibelejok karena becik ketitik olo ketoro.
Tidak usah khawatir dengan hidup karena Sang Pencipta telah menyediakan semua yang kita perlukan.
Regards, agnessekar.wordpress.com
Coba semua suami istri di repunlik ini seperti ini…!
Wowww so nice post..
Setuju deh.. kerjakan aja yang didepan mata tidak perlu banyak berangan-angan… ora usah nggagas sing ora-ora ya?
salam kenal…
waaaahh, awaaass yaaa klo denmas detelu sampe macem2 ky denmas clinton! hiihiihiii…
wach…pagi2 baca tulisan mas ben, jadi bikin semangat untuk berbuat kebaikan, meskipun tidak berharap becik ketitik lho….soale saya ingat pesan budhe Oprah Winfrey….lakukan yang terbaik dan kau akan dapatkan yang terbaik…rak nggih cocok to nggih?
Purwati
http://purwatiwidiastuti-wordpress.com
http://purwati-ningyogya.blogspot.com
http://purwatining.multiply.com
Tulisannya luwes dan mengena sekali
Biji emas di tengah sekarung pasir tidak akan mengubah kadarnya, akan lebih cemerlang dan mengkilap daripada lainnya.
Semoga cerita ini nyampe kpda manusia2 di negeri ini yg ingin menjadi pemimpin,,,agar bisa menjadi pegangan dan pembelajaran…
halo mas ben….
salam kenal ya. tulisannya bagus…ide menyampaikan pesan lewat cerita yang berupa percakapan bak teater kan tidak mudah, semoga dikemudian hari bakatnya bisa berkembang lebih pesat!
salam juga buat denmas dan nyai ya!
salam perkenalan
wah asyik banget blognya….
cakep kaya yang punya
hehehehe
thanks
Ping-balik: Jawara Bugiakso Blog Competition 2009 - Bugiakso Blog Competition 2009
SELAMAT MAS SUDAH MENJADI JUARA 2 BBC09…SUKSES SELALU….HEBATLAH..SALAM KEMENANGAN DARI TANGERANG
Selamat ya jadi pemenang lomba blog bugiakso
selamat, selamat, selamat, dah jadi jawara kompetisi nih….
selamat yah jdi salah satu pemenang
Selamat udah menjadi jawara nomer loro di BBC 09.
Cerita yang sarat makna…sukses ya!!!
weleh ..weleh .. bar kuwi ngopo kuwi
Selamat mas Ben, berhasil menggondol jawara BBC-09…. hm… lumayan ya… bisa buat nyalon kanjeng sinuhun presiden nih… hehehe…
Selamat….selamat….untuk Jawara Lomba Blog..Success selalu,,
Yup…
Selamat & Sukses ya… Atas keberhasilan di BBC09…
Salam,
Indrayana MB.
selama yah atas terpilihnya Blog (postingan) anda sebagai pemenang Kompetisi blog 2009….
salam kenal and sukses selalu….
aq dah pasang link kamu tuh….
jangan lupa add link aq juga yah….
Selamat2 udah jadi juara 2.
Selamat ya…dah jadi juara 2 lomba Blog…
Keep Blogging ya….
Salam
Accan
semangat trus tuk membangun negeri kita…
Selamat, Mas. Salam kenal untuk Anda dan seluruh keluarga.
selamat mas jadi juara bbc 09
bener bgt.. kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan pasti baik pula hasilnya. ketulusan adalah penghargaan yang besar bagi orang2 yang ikhlas. btw, selamat ya.. udah menang lomba.. anda memang layak dapat bintang..
terus berkreasi untuk kemajuan bangsa..
dengan tulus pula tentunya.. hehe..
salam damai Indonesia
dz4ki.blogspot.com
Wah…rumah tangga yang bahagia…..it sounds so happy….jadi pengen punya kangmas nih…hehehe…weleh2..
Selamat yaaa Denmas dan Nyai dah menjadi juara kompetisi blog 2009.
Sukses selalu!!
Selamat atas kemenangannya. Semoga terus berkreasi.
Ok. Salam
ayo bangkit indonesia !
yeadhi
Selamat telah memenangkan lomba blog-nya. Semoga tetap jaya.
Lex dePraxis
Romantic Renaissance
selamat anda juara 2 lomba blog bugiakso. Salam Hangat dari warga Sulang. Sila kunjungi sulang.wordpress.com
selamat ya, mas udah jadi juara 2 ;D
salam kenal
Becik ketitik olo ketoro! Negoro menehi rakyat cilik stitik, mesti wae podo ngresulo.
Iyo,tho..?
http://an-xoin.blogspot.com
Selamat mas, udah jadi pemenang di bugiakso blog competition 2009
Ping-balik: Jawara Bugiakso Blog Competition 2009 « BaNi MusTajaB
selamat ya mas, jadi juara 2….
salam kenal….
Selamat Mas …. dapat jawara ke 2 nih !!!
rame banget Blog nya euy…. mantap suratap
good luck yo mas….. lam kenal.. dari omjun
selamat mas salam kenal dari balangan
selamat… selamat… selamat…. tumpengan yooo.. undang-undang lho…
wah..selamat jadi jawara di lomba BBC09
Selamat menjadi salah satu pemenang di BBC09. Terus berkarya dari hal-hal yang kecil untuk Indonesia
Ping-balik: Hasil BBC2009 in Breaking News | bahtiarhs.net
selamat….selamat, emang bagus tuh tulisannya
Selamat telah menjadi salah satu pemenang BBC09. Terus berkarya mulai dari hal yang kecil untuk Indonesia
Selamat ya…. sukses selalu.
Salam perubahan.
Selamat ya sudah menjadi salah satu jawara di Blog Competition 2009, tetap semangat dalam berkarya walaupun di dunia maya, semoga semua posting yang ada menjadi salah satu sumber inspirasi bagi putra putri negeri ini.
Salam Kenal + Salam Damai …. *peace*
Selamat atas terpilihnya blog Mas sbg salah juara… Emang tulisane enteng, tapi ….apik..good..good
Selamat ya dah jadi Jawara BBC09
congratz ya mas…
Mantap….berkarya terus…….
Selamat…selamat ya…sudah sukses di BBC09…Selamat dan Sukses untuk kita semua…:)
Salam perubahan
BenIng
Selamat dan sukses mas, atas penghargaan Blog Competition 2009.
Salam Perubahan
jejak annas
Sip banget dah pokonya………….
Majulah terus Bangsaku dan Negeriku………
http://seputarindo.blogspot.com/
wah selamat jadi juara 2 lomba bugiakso….salam kenal^^
Terimakasih banyak yach
Salam hangat
Ben
wa.. artikel dan tulisan2nya menarik, pantes aja jadi jawara di kompetisi blog, selamat ya
kakanyaaa selamat yaa udh menang lomba bugiakso
Selamat dan sukses buat Den Baguse Detelu yang telah berhasil ditetapkan sebagai salah satu Jawara pada BBC09. Semoga Rumah Sadhana semangkin ‘detelu’ (dewasa, tegas, lugas) dalam menyikapi ketimpangan2 kehidupan di sekitar kita. Salam kenal dan salam hormat saya.
Ping-balik: Merchandise BBC « be my self
Congratulation!!!!!
Save My Indonesia!!!!
Together in one, Indonesia.
What we have been done for Indonesia?
salam kenal mas…..
Selamat dan sukses selalu…
Seep tenan…. Selamat Mas…. sekali lagi selamat!
Selamat sudah menjadi juara II dalam blog competition bugiakso. Postingannya bagus, hanya saya agak kesulitan menerjemahkan bahasa jawanya. Untung ada terjemahannya. Hehehe… Salam Sukses Selalu dari Pekanbaru-Riau
Kulonuwun. Pitutur e wong jowo ‘Becik ketitik olo ketoro’ memang apik tenan kui. Nglakoni kabecikan karo wong liyo mesti di eling-eling tekan mati tapi nek nglakoni tumindak olo mesti bakalan di tatu wong sing ora apik sak lawase. Sukes bro… Pareng…
Selamat ya
Wah! Hebat! Luar biasa! mencoret nama 1000 orang di kompetisi bugiakso!! hebat!!
Wah! Hebat! Luar biasa! mencoret nama 1000 orang di kompetisi bugiakso!! hebat!!
om.. mhon komen di artikel ini http://nengratna.blogspot.com/2009/03/benci-pada-cermin-atta-hi-paramo-piyo.html — sklian tukr link?
Selamat ya….
mhon bantuan ngeblog mas……
Numpang lewat fren.. Penasaran karena km pemenang blog.. Hehe
Suskes ya atas kemenangannya di kompetisi blog.. jadi tambah semangat neh makasih ya teman. salam kenal sukses selalu
Great and good bro, sekali2 mampir ya ke web ku,
wew hehehehe
Denmas Dtelu – [dlongap dlongop n’dableg]
SAFE OUR NATION !!
selamatkan bumi nusantara dalam semua dimensi
sabdalangit’s web
Membangun bumi nusantara yg berbudi pekerti luhur
“jalan setapak menggapai spiritualitas sejati”
wah… saya sangat tersentuh setelah membaca tulisan masben
andai saja semua pasangan suami istri sama kayak Denmas Detelu dan Nyai Detelu
pasti dunia ini akan seindah surga…
semoga saja masyarakat kita bisa seperti denmas detelu dan nyai detelu.
trims atas ceritanya ya masben
“Kangmas, niatan baik itu tidak perlu dikampanyekan ataupun digul-gulkan.
sangat setuju dgn kata2 ini. melihat akhir ini banyk kampanye dgn kata2 manis berisi niatan niatan baik, kata2 itu sangat pantas untuk diingat oleh mereka yg berkampanye..
selamat pak sudah juara Bugiakso Blog Competition 2009..
salam kenal..
wah selamat atas kemenangannya . . .
Kabar gembira buat para Blogger Alnect Komputer Jogja ngadain Alnect Blog Contest Periode I . . .
pengumumannya baca aja di Alnect Blog Contest