Kunam

beautiful-birds-1 Salam untuk Anda semua

Mohon maaf bila kata dalam judul di atas tidak Anda temukan di dalam kamus mana pun :) .

Objek judul di atas pernah saya tuangkan dalam tulisan saya di ruang sederhana saya ini juga beberapa waktu lalu. Kali ini saya ingin mengangkat kisahnya kembali dari sisi berbeda, dan ini terkait juga dengan tulisan terakhir saya tentang ide; oleh karenanya saya variasikan objek tersebut dengan menyusun balik susunan abjad-nya.

Manuk, ya manuk dalam bahasa Indonesia berarti burung, adalah hewan yang kerap dipersonifikasikan dalam simbol keperkasaan dan kejuangan. Banyak institusi dan bahkan negara kita pun memilih burung sebagai lambangnya.

Mengapa harus memilih burung, bukan binatang lain yang lebih garang … singa atau harimau misalnya yang berjuluk raja hutan ?

Filosofi sederhananya adalah hanya burung-lah, satu-satunya hewan yang tidak memiliki keterbatasan ruang gerak, bahkan ada jenis burung (unggas) yang mampu bertahan dalam air dan dinginnya salju :) . Satu hal lagi burung mampu terbang bermil-mil jauhnya dalam sebuah migrasi, untuk mencari tempat hidup lebih aman dan menyediakan banyak sumber makanan. Burung terbang melawan derasnya hembusan angin, dan jika Anda perhatikan … hampir tidak ada seekor burung pun yang kembali ke sarang awalnya jika sudah terbang meninggalkan sarang. Bahkan burung peliharaan sekalipun yang terlepas dari sangkarnya, setelah menemukan kesadaran kembali haknya untuk bebas, dia akan pergi meninggalkan “sangkar emas” majikannya selamanya :)

Bagaimana dengan kita ? Kita selalu ingin bebas, terbang, lepas … dan ada lagu indah “I believe I can fly”, dan di Indonesia sejak “Seandainya Aku Punya Sayap” Bung Rinto Harahap sampai dengan Bung Indra Lesmana dengan “Aku Ingin”-nya, menandakan betapa seekor burung mampu menginspirasi kita untuk sebuah angan besar.

Masalahnya sering keinginan besar kita itu terhambat oleh diri kita sendiri yang setelah memutuskan terbang tinggi, jauh melayang ke angkasa, namun tetap mambawa kantung pundi-pundi masa lalu kita. Perhatikan berapa sering kita mendengar orang atau bahkan diri kita sendiri mengatakan “saya dulu”, atau “di tempat (perusahaan) saya dulu”, dan “padahal dulu” … dan sebagainya tentang kebanggaan tempo dulu :) .

Sering kita begitu membanggakan masa lalu kita, sementara lupa menyadari bahwa kita sudah berada di masa sekarang. Jika pun masa lalu itu hebat, bukankah kita, saya dan Anda yang telah memutuskan meninggalkan kemasalaluan itu ? Bila pertanyaan ditujukan kepada Anda, apakah pendapat Anda tentang pribadi yang selalu membanggakan masa lalunya ? Tepat sekali, mereka yang selalu begitu antusias menceritakan kehebatan masa lalunya, adalah pribadi-pribadi yang sedang merasakan ketidakberhasilan dan kekecewaan masa kini-nya :) . Mereka berusaha menampilkan kewibawaan semu bagi dirinya sendiri dan juga orang lain.

Mohon Anda sadari bahwa apa pun adanya Anda sekarang, itu adalah pilihan Anda sendiri. Jadi bila Anda adalah seorang pemimpin yang bercita-cita terbang tinggi segagah rajawali, maka ikhlaskanlah kehebatan masa lalu Anda itu. Terbanglah tinggi, raihlah kehebatan yang lebih di saat ini daripada masa lalu Anda.

I believe I can fly …

Salam gemilang

Benedict Agung Widyatmoko

Note : Kunam, diambil dari bahasa lowak-lawik Malang yang dibaca Manuk (burung)

Categories: Catatan Harian
  1. Januari 20, 2009 pukul 9:14 pm | #1

    I believe I can touch the sky…!
    Aku juga suka lagu itu…!

    Ya, lagu yang indah ya :)

    Ben

  2. Januari 20, 2009 pukul 9:18 pm | #2

    Hal remeh yang diangkat menjadi inspirasi..!

    :)

    Salam hangat
    Ben

  3. Januari 21, 2009 pukul 10:04 pm | #3

    Saya ingin jadi diri sendiri aja dulu…karena apapun aku Tuhan punya rencana buatku, setiap ciptaannya adalah inspirasi buat oranglain…terutama meresapi dan memaknai makna kehidupan yang Tuhan titip dari setiap peristiwa yang aku temukan, lalu kita ceritakan ataupun perbuat dalam tindakan nyata sebagai pengalaman yang berharap bisa berguna buat orang lain.

    Selamat malam mas, apa kabar? :D

    Halo Cik Lie Na, apa kabar ?
    Masukan yang baik sekali, terimakasih ya Cik untuk atensinya :)
    Gimana persiapan buat tahun baruan Imlek, mau ngerayain di mana ? :)

    Salam hangat
    Ben

  4. Januari 22, 2009 pukul 9:05 am | #4

    Betul.. Setuju..!!
    Selamat tinggal masa lalu.. Biarkan dia hanya menjadi semangat untuk menjadi lebih baik lagi dan bukan menjadi kenangan yang mengurung hidup kita *halagh*
    :)

    Ha iya, selamat tinggal masa lalu ….
    Enak sekali ya lagunya Five Minute hehehe

    Terimakasih Mbak Siwi :)

    Salam hangat
    Ben

  5. Januari 22, 2009 pukul 1:17 pm | #5

    (^_^)

    :)

  6. Januari 22, 2009 pukul 3:28 pm | #6

    mas ben, blognya oke punya tuh. Tapi, ngomong-ngomong burung siapa yang lepas tuh………..

    Halo Mas Kenuzi50, selamat datang :)
    Terimakasih ya sudah ditengokin hehehe
    Wah iya, itu burung hasil nemu kemarin … indah ya [pinter tukang photonya] :)

    Salam hangat
    Ben

  7. Januari 22, 2009 pukul 6:08 pm | #7

    selamat tinggal masa lalu selamat datang masa depan….

    Pengalaman masa lalu yang membahagiakan dan hebat tetap harus diingat, untuk introspeksi dan evaluasi diri … penyemangat buat diri pribadi :)

    Terimakasih atensinya ya, dan jangan kapok mampir lagi :)

    Salam hangat
    Ben

  8. Januari 22, 2009 pukul 6:51 pm | #8

    wah kalau takut ketinggian ngga bisa terbang seperti burung ya?
    heheheh

    EM

    —-

    hehehe … ya tetep bisa, dijamin deh.
    Bukankah keterdesakan itu justru doping paling kuat untuk breaktrough ? :)

    Salam hangat
    Ben

  9. Januari 22, 2009 pukul 9:39 pm | #9

    gambar manuknya cantik sekali , motret di mana ?

    di kebonku banyak sekali manuk, di sekitarku sini masih banyak unggas dan manuk liar , jumlahnya ratusan bahkan yang dekat ladang itu kalau masa transit sampai terlihat seribu lebih angsa coklat :) dan mereka sering bikin aku cemburu, pengin terbang juga spt mereka :)

    salam kenal

    Iya ya, gambar manuknya ciamiks banget ya hehehe
    Oh ya, jadi penasaran saya … pingin ke tempatnya Mbak Ely … pengin liat angsa coklat :)

    Terimakasih atensinya ya, jangan kapok mampir lagi yooo :)

    Ben

  10. Januari 22, 2009 pukul 9:40 pm | #10

    sorry alamat url yg diatas nggak komplit

    Dimaafkan :)
    Terimakasih … tak catet deh :)

    Ben

  11. Januari 22, 2009 pukul 10:32 pm | #11

    terbang…
    Qtinggalkan yang fana!!
    :)

    Lho koq ? … E eh jangan Mbak Biru … :)
    Tugas di dunia belum selesai hehehe

    Terimakasih atensinya yaa :)

    Salam hangat
    Ben

  12. Januari 23, 2009 pukul 2:33 pm | #12

    oooow.. suka filosofi nya saya Pak… :)

    —-

    Halo Mbak Chic, apa kabar ?
    Terimakasih ya untuk atensi-nya :)
    Salam kenal ya :)

    Salam hangat
    Ben

  13. Januari 24, 2009 pukul 11:34 am | #13

    wahhh… aku langsung sadar lho..
    kalo kunam itu kebalikan dari manuk…
    soalnya temenku pas smp sering bilang gitu..

    btw aku juga pernah buat puisi yang ada hubungannya dengan burung…
    Ingin Seperti Merpati…
    Aku ingin punya kebebasan seperti merpati..

    Halo Mbak Liecha, apa kabar ? Terimakasih ya sudah berkunjung ke tempat saya :)
    Iya burung merpati memang burung yang cantik :)
    Jangan kapok mampir lagi ya :)

    Salam hangat
    Ben

  14. Januari 27, 2009 pukul 1:26 am | #14

    mmmm nice post…..

    mau terbang juga ahhh tapi terbang yang tinggi seperti Burung Rajawali :D

    —-

    :)
    Terbang yooo terbaaaannngggggg hohoho

    Salam hangat
    Ben

  1. Belum ada trackback.