Kunam
Salam untuk Anda semua
Mohon maaf bila kata dalam judul di atas tidak Anda temukan di dalam kamus mana pun
.
Objek judul di atas pernah saya tuangkan dalam tulisan saya di ruang sederhana saya ini juga beberapa waktu lalu. Kali ini saya ingin mengangkat kisahnya kembali dari sisi berbeda, dan ini terkait juga dengan tulisan terakhir saya tentang ide; oleh karenanya saya variasikan objek tersebut dengan menyusun balik susunan abjad-nya.
Manuk, ya manuk dalam bahasa Indonesia berarti burung, adalah hewan yang kerap dipersonifikasikan dalam simbol keperkasaan dan kejuangan. Banyak institusi dan bahkan negara kita pun memilih burung sebagai lambangnya.
Mengapa harus memilih burung, bukan binatang lain yang lebih garang … singa atau harimau misalnya yang berjuluk raja hutan ?
Filosofi sederhananya adalah hanya burung-lah, satu-satunya hewan yang tidak memiliki keterbatasan ruang gerak, bahkan ada jenis burung (unggas) yang mampu bertahan dalam air dan dinginnya salju
. Satu hal lagi burung mampu terbang bermil-mil jauhnya dalam sebuah migrasi, untuk mencari tempat hidup lebih aman dan menyediakan banyak sumber makanan. Burung terbang melawan derasnya hembusan angin, dan jika Anda perhatikan … hampir tidak ada seekor burung pun yang kembali ke sarang awalnya jika sudah terbang meninggalkan sarang. Bahkan burung peliharaan sekalipun yang terlepas dari sangkarnya, setelah menemukan kesadaran kembali haknya untuk bebas, dia akan pergi meninggalkan “sangkar emas” majikannya selamanya
Bagaimana dengan kita ? Kita selalu ingin bebas, terbang, lepas … dan ada lagu indah “I believe I can fly”, dan di Indonesia sejak “Seandainya Aku Punya Sayap” Bung Rinto Harahap sampai dengan Bung Indra Lesmana dengan “Aku Ingin”-nya, menandakan betapa seekor burung mampu menginspirasi kita untuk sebuah angan besar.
Masalahnya sering keinginan besar kita itu terhambat oleh diri kita sendiri yang setelah memutuskan terbang tinggi, jauh melayang ke angkasa, namun tetap mambawa kantung pundi-pundi masa lalu kita. Perhatikan berapa sering kita mendengar orang atau bahkan diri kita sendiri mengatakan “saya dulu”, atau “di tempat (perusahaan) saya dulu”, dan “padahal dulu” … dan sebagainya tentang kebanggaan tempo dulu
.
Sering kita begitu membanggakan masa lalu kita, sementara lupa menyadari bahwa kita sudah berada di masa sekarang. Jika pun masa lalu itu hebat, bukankah kita, saya dan Anda yang telah memutuskan meninggalkan kemasalaluan itu ? Bila pertanyaan ditujukan kepada Anda, apakah pendapat Anda tentang pribadi yang selalu membanggakan masa lalunya ? Tepat sekali, mereka yang selalu begitu antusias menceritakan kehebatan masa lalunya, adalah pribadi-pribadi yang sedang merasakan ketidakberhasilan dan kekecewaan masa kini-nya
. Mereka berusaha menampilkan kewibawaan semu bagi dirinya sendiri dan juga orang lain.
Mohon Anda sadari bahwa apa pun adanya Anda sekarang, itu adalah pilihan Anda sendiri. Jadi bila Anda adalah seorang pemimpin yang bercita-cita terbang tinggi segagah rajawali, maka ikhlaskanlah kehebatan masa lalu Anda itu. Terbanglah tinggi, raihlah kehebatan yang lebih di saat ini daripada masa lalu Anda.
I believe I can fly …
Salam gemilang
Benedict Agung Widyatmoko
Note : Kunam, diambil dari bahasa lowak-lawik Malang yang dibaca Manuk (burung)





















































I believe I can touch the sky…!
Aku juga suka lagu itu…!
—
Ya, lagu yang indah ya
Ben
Hal remeh yang diangkat menjadi inspirasi..!
—
Salam hangat
Ben
Saya ingin jadi diri sendiri aja dulu…karena apapun aku Tuhan punya rencana buatku, setiap ciptaannya adalah inspirasi buat oranglain…terutama meresapi dan memaknai makna kehidupan yang Tuhan titip dari setiap peristiwa yang aku temukan, lalu kita ceritakan ataupun perbuat dalam tindakan nyata sebagai pengalaman yang berharap bisa berguna buat orang lain.
Selamat malam mas, apa kabar?
—
Halo Cik Lie Na, apa kabar ?
Masukan yang baik sekali, terimakasih ya Cik untuk atensinya
Gimana persiapan buat tahun baruan Imlek, mau ngerayain di mana ?
Salam hangat
Ben
Betul.. Setuju..!!
Selamat tinggal masa lalu.. Biarkan dia hanya menjadi semangat untuk menjadi lebih baik lagi dan bukan menjadi kenangan yang mengurung hidup kita *halagh*
—
Ha iya, selamat tinggal masa lalu ….
Enak sekali ya lagunya Five Minute hehehe
Terimakasih Mbak Siwi
Salam hangat
Ben
(^_^)
—
mas ben, blognya oke punya tuh. Tapi, ngomong-ngomong burung siapa yang lepas tuh………..
—
Halo Mas Kenuzi50, selamat datang
Terimakasih ya sudah ditengokin hehehe
Wah iya, itu burung hasil nemu kemarin … indah ya [pinter tukang photonya]
Salam hangat
Ben
selamat tinggal masa lalu selamat datang masa depan….
—
Pengalaman masa lalu yang membahagiakan dan hebat tetap harus diingat, untuk introspeksi dan evaluasi diri … penyemangat buat diri pribadi
Terimakasih atensinya ya, dan jangan kapok mampir lagi
Salam hangat
Ben
wah kalau takut ketinggian ngga bisa terbang seperti burung ya?
heheheh
EM
—-
hehehe … ya tetep bisa, dijamin deh.
Bukankah keterdesakan itu justru doping paling kuat untuk breaktrough ?
Salam hangat
Ben
gambar manuknya cantik sekali , motret di mana ?
di kebonku banyak sekali manuk, di sekitarku sini masih banyak unggas dan manuk liar , jumlahnya ratusan bahkan yang dekat ladang itu kalau masa transit sampai terlihat seribu lebih angsa coklat
dan mereka sering bikin aku cemburu, pengin terbang juga spt mereka
salam kenal
—
Iya ya, gambar manuknya ciamiks banget ya hehehe
Oh ya, jadi penasaran saya … pingin ke tempatnya Mbak Ely … pengin liat angsa coklat
Terimakasih atensinya ya, jangan kapok mampir lagi yooo
Ben
sorry alamat url yg diatas nggak komplit
—
Dimaafkan
Terimakasih … tak catet deh
Ben
terbang…
Qtinggalkan yang fana!!
—
Lho koq ? … E eh jangan Mbak Biru …
Tugas di dunia belum selesai hehehe
Terimakasih atensinya yaa
Salam hangat
Ben
oooow.. suka filosofi nya saya Pak…
—-
Halo Mbak Chic, apa kabar ?
Terimakasih ya untuk atensi-nya
Salam kenal ya
Salam hangat
Ben
wahhh… aku langsung sadar lho..
kalo kunam itu kebalikan dari manuk…
soalnya temenku pas smp sering bilang gitu..
btw aku juga pernah buat puisi yang ada hubungannya dengan burung…
Ingin Seperti Merpati…
Aku ingin punya kebebasan seperti merpati..
—
Halo Mbak Liecha, apa kabar ? Terimakasih ya sudah berkunjung ke tempat saya

Iya burung merpati memang burung yang cantik
Jangan kapok mampir lagi ya
Salam hangat
Ben
mmmm nice post…..
mau terbang juga ahhh tapi terbang yang tinggi seperti Burung Rajawali
—-
Terbang yooo terbaaaannngggggg hohoho
Salam hangat
Ben