Beranda > Catatan Harian > Aku Di Sini Kau Dan Kalian Di Sana

Aku Di Sini Kau Dan Kalian Di Sana

Salam untuk Anda semua,

Aku di sini, kau di sana, dan kalian juga tidak berada di tempat sepertiku. Nasib kalian lebih beruntung. Lingkunganku tidak mendukungku, pasrah kupikir adalah sebuah tindakan yang pas.

PASRAH, pilihan kata yang pas untuk mereka yang belum mengenal potensi diri mereka, dan kemungkinan baik. Biasanya kata pasrah dipadankan dengan manusia berusaha, namun Tuhan yang menentukan.

Lingkungan bagi sebagian orang dianggap sebagai faktor utama pembentuk masa depan seseorang. Sehingga jika ada pribadi – pribadi dari lingkungan yang baik berhasil, maka banyak orang yang menganggapnya biasa, dan sudah memang seharusnya. Begitu pun bila ada pribadi yang gagal karena ia berasal dari lingkungan yang tidak baik, maka orang – orang pun memaklumkannya.

Apakah benar lingkungan menjadi alasan untuk membentuk nasib baik seseorang ?

Apapun jawaban Anda, mohon Anda menyediakan sedikit waktu untuk merenungkan pertanyaan berikut :

  • Bila Anda terlahir dari keluarga dan lingkungan yang menurut banyak orang adalah baik, apakah Anda percaya suatu saat Anda pun akan mengalami kebaikan yang sama dengan sejarah keluarga Anda ?
  • Bila Anda terlahir dari keluarga dan lingkungan yang menurut banyak orang adalah tidak baik, apakah Anda percaya bahwa nasib Anda telah ditentukan tidak baik sejak kelahiran Anda ?
  • Untuk Anda dari lingkungan baik dan juga yang berasal dari lingkungan tidak baik, apakah Anda menginginkan masa depan Anda dan keluarga Anda menjadi baik ?

Seandainya rumah Anda di Surga telah selesai dibuat, dan Anda harus meninggalkan rumah Anda di dunia ini, Anda ingin dikenang sebagai apa sebagai warisan kekal bagi orang – orang terkasih Anda ?

Tuhan Mahabaik, menginginkan kita para AnakNya untuk menjadi baik. Itulah sebabnya Tuhan menitipkan kepada kita akal dan pengetahuan baik. Tidak ada kebaikan yang tidak dimaksudkanNya untuk membagikan kebaikan kepada yang belum baik, dan mendukung dengan setia untuk upaya kebaikan dan membaikkan. Demikian pun sebaliknya, tidak ada ketidakbaikan yang selamanya menjadi tidak baik. Kebaikan hanya mungkin ada bila ada hasrat kuat untuk menjadi baik dan setia kepada kebaikan itu sendiri.

Seberapa besar hasrat Anda untuk menjadi baik ?

Jika Anda mulai dari sekarang mendekati dan seterusnya teguh pada kebaikan, maka di mana pun Anda berada, kebaikan akan mencari, menghampiri dan menyertai Anda di sepanjang perjalanan kehidupan Anda.

Lihatlah bunga teratai, yang meskipun bertumbuh pada lingkungan yang tidak baik, namun tetap mampu menjadikan dirinya indah dengan bunganya.

Tuhan memang Maha menentukan, namun semua ketentuanNya selalu baik. Maka jadilah baik.

Salam gemilang,

Benedict Agung Widyatmoko

Categories: Catatan Harian
  1. Agustus 12, 2008 pukul 11:35 am | #1

    Salam gemilang my fellow, Pak Agung!

    “Bunga teratai indah ditengah-tengah lumpur yang kotor” kalimat yang berat lho Mas, meski hanya di bibir.
    Karena bisa jadi itu artinya sebuah pengorbanan hidup yang dalam, untuk berkotor dan berbau ria di tengah-tengah hitamnya lumpur untuk berbuat kebaikan menyebarkan keindahan dan bersihnya teratai tsb. Contohnya Bunda Theresa.

    Karena banyak orang yang memilih menghindar dari hitamnya lingkungan dan buruknya sikap orang yang dihadapinya, untuk dapat berkumpul dengan orang-orang yang sejalan dengan kebaikannya.

    Salam damai dan salam sejahtera,

    Irgie

  2. Benedict Agung Widyatmoko
    Agustus 12, 2008 pukul 1:14 pm | #2

    Betul sekali Pak Irgie,

    Itulah intinya, baik yang sejati adalah bila tetap memiliki hasrat untuk memancarkan kebaikan di manapun dan kepada siapapun. Dan setiap laku-nya berhiaskan kasih sayang. Sebab, sangat mudah bagi siapapun untuk menjadikan yang baik menjadi buruk, namun tidak ada kekuatan yang sanggup menghapuskan satu saja noktah kebaikan dalam segala ciptaan Tuhan.

    Salam gemilang,
    BAW

  3. Dalia Indah
    Agustus 19, 2008 pukul 11:41 pm | #3

    Salam Gemilang, mas Agung

    Indah sekali perumpamaan Anda tentang teratai. Sebagaimana berlian meskipun ia terjatuh didalam lumpur, akan tetap dikenali sebagai berlian. Mencoba menempuh jalan yang lurus dalam kehidupan berarti siap untuk menghadapi curamnya perjalanan yang penuh lika-liku, dan biasanya sangat tidak diminati orang-orang pada umumnya. Hanya mereka yang punya niat baik dan terus berupaya menjadi insan yang lebih baik lagi, yang ikhlas melakukannya dengan tetap teguh menegakkan yang benar dan baik. Apapun rintangannya. Bahkan meskipun tak ada yang berhasil dirubahnya, seperti lumpur yang tetap kotor disekitar bunga teratai, tokh sang bunga tetap SETIA kepada niat baiknya, untuk terus memancarkan keindahan yang begitu bertolak-belakang dengan keadaan sekelilingnya, ia begitu cantik, putih dan bersih…

    Harus diakui, hanya mereka yang “mau terus berpikir & menggali” akan mampu melakoninya secara konsisten dalam kehidupan dunia yang sebenarnya cuma sementara…

    Stay Gold,
    Dalia Indah

  4. Benedict Agung Widyatmoko
    Agustus 20, 2008 pukul 9:29 am | #4

    Dearest Ibu Dalia Indah,
    Terimakasih, senang sekali Ibu berkenan singgah ke dalam ruang sederhana saya ini.
    Salam jabat erat persahabatan dari saya untuk Ibu.

    Salam gemilang,
    BAW

  1. Belum ada trackback.