RUMAH SADHANA

Ada Apa Dengan Amarah

Posted by: Benedict Agung Widyatmoko on: Juli 16, 2008

Salam untuk Anda semua,

Saya yakin bahwa Anda sama halnya dengan saya pernah mengalami marah atau pun dimarahi. Dengan alasan yang berbeda suatu kejadian bisa menyebabkan kita menjadi marah, dan kadar kemarahan bisa bervariasi. Untuk beberapa orang, kemarahan dimanifestasikan dengan sikap diam, sedangkan sebagian orang lain melampiaskannya dengan kata – kata keras. Bahkan ada juga yang sedemikian marahnya dengan seseorang membuat yang bersangkutan “mengalergikan diri” untuk bertemu muka dengan orang atau pihak yang mebuatnya marah. Betul ?

Kemarahan bisa menimpa siapa saja, dan kemarahan juga bukan sesuatu hal yang dengan mudah dihindari, karena sifatnya yang spontan. Namun perlu diperhatikan adalah kemampuan seseorang dalam mengendalikan amarahnya dan juga kemampuan untuk segera meredakan amarah itu yang lebih penting. Meskipun kemarahan itu datangnya spontan, namun sering orang lupa adalah bahwa kemarahan pun bisa ditunda. Kemarahan yang tidak pilih waktu dan tempat dengan banyak saksi, bisa menjadi tidak efektif dan hanya memboroskan energi saja.

Mau bukti ? Baik, dengan berbagai alasan penyebab kemarahan Anda, saya ajak Anda untuk sedikit kembali ke masa lalu, saat terakhir Anda marah. Saya persilakan Anda untuk mengingat – ingat kepada siapa Anda saat itu marah, bagaimana Anda mengejawantahkan kemarahan Anda, dan apa yang saat itu Anda pikirkan dalam kemarahan Anda. Tambahan pertanyaan, apakah ada orang lain yang menyaksikan kemarahan Anda pada saat itu, dan berapa banyak.

Selanjutnya saya mohon Anda mengingat kembali bagaimana wajah atau reaksi orang yang Anda marahi, dan sikap orang yang menyaksikan peristiwa kemarahan Anda saat itu.

Apakah Anda puas saat itu ?

Cukup, kita kembali ke masa sekarang.

Kemarahan Anda telah beberapa waktu atau lama berselang, apakah Anda masih tetap mengingat kejadian itu, ataukah telah melupakannya ? Apakah perasaan marah itu masih bersisa setiap kali Anda bertemu dengan mereka yang pernah Anda marahi, dan apakah Anda senantiasa yakin bahwa kemarahan Anda itu seutuhnya benar, sehingga Anda belum puas jika dia (mereka) belum berbuat benar sesuai dengan yang seharusnya seperti yang Anda yakini ?

Ada sebuah kisah sederhana tentang kemarahan, yang saya yakin sebagian dari Anda pernah mendengarnya,

Dikisahkan ada seorang pemuda pengelana yang sedang kelaparan dan kehausan,
Dari setiap pintu yang diketuknya, selalu penolakan yang keluar dari si empunya rumah,
hingga ia tiba di sebuah pondok yang dihuni oleh seorang Guru,
Karena iba, sang Guru mempersilakan pemuda itu bermalam di pondoknya,
Disiapkannya air dan makanan ,
Si pemuda langsung melahap makanan dan setelah selesai , ia berniat merebahkan diri di balai – balai(Guru) : “Anak muda, mengapakah engkau tidak mengucap syukur kepada Tuhan untuk makanan dan minuman ini ?”
(Pemuda) : “Untuk apa aku bersyukur kepada Tuhan ?”
(Guru) : “Ya karena Tuhan telah memberikan makanan ini kepadamu.”
(Pemuda) : “Makanan ini memang seharusnya ada untukku. Jika kau tidak memberikannya untukku, akan ada orang lain lagi yang memberikannya .”
(Guru) : [mulai marah] “Jadi engkau tetap tidak percaya bahwa makanan ini adalah rejeki dari Tuhan ?”
(Pemuda) : “Tidak , sekarang biarkan aku untuk tidur.”

Karena kesal Guru menjadi marah dan mendorong pemuda itu keluar dan mengusirnya.
—-
Dalam tidurnya, cahaya Tuhan menghampiri Guru dan menanyakan mengapa Guru menjadi marah dan mengusir pemuda dari pondoknya.

(Guru) : “Karena dia itu tidak mau bersyukur dan percaya bahwa makanan yang kuberikan adalah rejeki dari Tuhan.”
(Cahaya Tuhan) : “Pemuda itu sepanjang usianya tidak pernah mengenal Aku. Aku tidak pernah mempersalahkan-nya, dan tetap memeliharanya hingga saat ini. Aku juga tetap memberikannya makanan dan minuman melaluimu. Jadi mengapakah engkau yang telah mengenal Aku tidak mau berbuat seperti yang Kulakukan meski hanya untuk satu malam saja ?”

Dalam kemarahan, kita begitu sering melupakan kebaikan. Kita lebih melihat dan berpikir kepada kejelekan dan kekurangan saja.

Jadi, marah itu tidak mudah ya ?

Salam gemilang,

Benedict Agung Widyatmoko

Tinggalkan Balasan

Tuan Rumah-nya

Plang Nama

Photobucket

Ornamen

Gerbang

Buku Tamu

Guestbook

Esensi

"MASALAH - MASALAH ADALAH SEPERTI PANGGILAN BANGUN TIDUR BAGI KREATIVITAS." - [The Difference Maker : JOHN C MAXWELL]

Penanggalan

Translator

Kamus

Cari di Google

Tentang-Author

Click to view my Personality Profile page

Kontak

Komunitas

Jaringan

Forum

Kutipan

Ajang Sapa

Arsip

Kategori

Statistik Blog

  • 9,970 visitors

Info Pengunjung

Origin

Statistik Kunjungan

HTML hit counter - Quick-counter.net

Adakah Online ?


Pengunjung Harian

”who’s

Pemeringkatan

My BlogCatalog BlogRank
My Popularity (by popuri.us)
IP

Peta pengunjung

Kumunitas Blog

Join My Community at MyBloglog!

Jajak Pendapat

Terbanyak Dituju

  • Tidak ada
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Info Jogja

Yogyakarta / Jogja

Referensi Jogja

Pariwisata Jogja

Properti Jogja

Hotel & Resort

Fashion & Kerajinan

Kepustakaan

Yogyakarta / Jogja

Media & Informasi

Organisasi


My blog is worth $1,129.08.
How much is your blog worth?

Back Up